Cinta, Bukan Sekadar Rasa

Banyak orang mengira cinta itu urusan perasaan. Sekadar suka, rindu, atau kagum. Tapi jika kita berhenti di situ, kita sedang meremehkan kekuatan cinta yang sebenarnya. Karena dalam hidup ini, cinta bukan hanya soal rasa, ia adalah kekuatan yang membentuk cara kita berpikir, merasa, dan bertindak.

Dr. Ibrahim Elfiky, dalam bukunya Personal Power, menyebut cinta sebagai kekuatan keempat yang dapat menyembuhkan luka, memperkuat jiwa, dan menggerakkan manusia untuk berubah. Cinta bukan sekadar romantika, tapi energi yang bisa membawa seseorang dari kepahitan menuju kedamaian.

Photo by Gemini

Cinta Adalah Kekuatan

Di dunia yang serba cepat dan kompetitif, cinta sering dianggap sebagai sesuatu yang lemah: terlalu lembut, terlalu perasa. Padahal, dibutuhkan keberanian besar untuk mencintai, untuk memaafkan, dan untuk tetap memilih kebaikan meski dunia tak membalasnya.

Cinta mengajarkan kita untuk:

  • Menerima diri apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan
  • Melepaskan dendam dan kemarahan yang menahan langkah
  • Melihat orang lain dengan empati, bukan dengan prasangka
  • Menyebarkan kebaikan, bahkan ketika tak ada yang melihat

Tanpa cinta, kesuksesan bisa terasa kering. Tapi dengan cinta, bahkan langkah kecil bisa terasa bermakna.

Cinta Dimulai dari Diri Sendiri

Sebelum mencintai orang lain, kita perlu belajar mencintai diri sendiri. Ini bukan soal narsisme, tapi tentang berhenti menghakimi diri, menerima proses hidup, dan memperlakukan diri dengan penuh kasih.

Terlalu banyak orang terjebak dalam perasaan tidak cukup, seperti tidak cukup pintar, tidak cukup menarik, tidak cukup berhasil. Padahal, kita semua sedang dalam perjalanan dan cinta pada diri sendiri memberi ruang untuk tumbuh tanpa tekanan.

Memaafkan Adalah Bentuk Tertinggi dari Cinta

Salah satu poin penting yang ditekankan Dr. Elfiky adalah pentingnya memaafkan, bukan demi orang lain, tapi demi kebebasan diri sendiri.

Menyimpan kemarahan hanya akan melukai kita berulang-ulang. Tapi saat kita memaafkan, kita sedang berkata, “Aku layak untuk hidup damai, bukan terus dibebani oleh masa lalu.”

Praktik Cinta dalam Kehidupan Sehari-Hari

Cinta bukan konsep abstrak. Ia bisa diwujudkan dalam hal-hal sederhana:

  • Mendengarkan orang tanpa menghakimi
  • Memberi bantuan kecil tanpa pamrih
  • Mengucapkan terima kasih dan maaf dengan tulus
  • Memberi waktu untuk orang-orang terdekat
  • Menjaga hati tetap bersih dari kebencian

Tindakan kecil, jika dilakukan dengan cinta, bisa menciptakan dampak besar.

Penutup

Cinta bukan sekadar rasa yang datang dan pergi. Ia adalah sikap hidup. Sikap yang membuat kita lebih manusiawi, lebih utuh, dan lebih kuat dalam menghadapi apa pun yang terjadi. Di tengah dunia yang sering keras, mencintai adalah pilihan yang berani. Dan itu adalah kekuatan sejati.

Salam sukses bermanfaat…

*) Dielaborasi dengan bantuan GenAI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top