Select Page

Gambar dari pixabay.com

Apapun yang bisa dipikirkan dan diyakini oleh pemikiran manusia bisa dicapai.

Anda mungkin pernah mendengar kata-kata di atas. Kata-kata itu ditulis oleh Napoleon Hill dalam salah satu bukunya yang berjudul “Think and Grow Rich”.

Semua penemuan dan kemajuan yang kita nikmati saat ini bisa dikatakan adalah hasil dari pemikiran dan keyakinan yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Mulai dari Gojek yang berawal dari pemikiran pendirinya, Nadiem Makarim. Hingga Sop Duren Kepo di Ciputat yang juga dimulai dari pemikiran pendirinya, Ismet, yang diaktualisasikan melalui tindakan nyata.

Namun demikian, ternyata banyak juga ide-ide yang sudah dibuat tapi tidak berhasil diwujudkan. Dan, salah satu faktor penyebab utama kegagalan itu adalah pikiran. Sering terjadi ketika akan melakukan sesuatu muncul pikiran tidak yakin akan berhasil.

Ketika pikiran mulai tidak yakin, tubuh kita akan menyesuaikan. Semangat untuk bertindak akan berkurang dan berangsur-angsur hilang. Akhirnya, pikiran mulai mencari-cari alasan kenapa tujuan itu tidak bisa diwujudkan.

David J. Schwartz dalam bukunya “The Magic of Thinking Big”, menulis bahwa ketika pikiran tidak percaya atau ragu muncul, pikiran tersebut akan menarik “dalih” untuk menyokong keraguan itu.

Pikiran bisa mendukung Anda meraih keberhasilan, tapi di lain pihak juga dapat menjadi penyebab kegagalan.

Kabar baiknya, pikiran dapat diprogram agar mendukung tujuan yang ingin dicapai. Salah satu cara yang dapat digunakan agar pikiran bisa sejalan dengan tujuan Anda adalah NLP.

Apa itu NLP?

Anda mungkin sudah pernah mendengar istilah NLP atau Neuro Linguistic Programming. Namun, hingga saat ini belum menaruh perhatian terhadapnya karena tidak tahu manfaat NLP untuk kesuksesan Anda.

Sebelum lebih jauh melihat manfaat NLP dalam kehidupan, kita tinjau dulu pengertian dan sepintas sejarah NLP.

NLP adalah sebuah teknik untuk mengkodekan bagaimana manusia mengorganisasikan pikiran, perasaan, bahasa, dan perilaku mereka agar memberi hasil sesuai keinginannya.

Neuro : setiap individu memiliki sistem penyaring mental yang unik untuk memproses jutaan data yang diperoleh melalui panca indera.

Linguistic : kita kemudian memaknai secara pribadi informasi yang kita terima dari dunia luar tersebut.

Programmig : respon dalam bentuk perilaku yang terjadi sebagai hasil dari kedua proses di atas.

Richard Bandler, salah seorang co-founder NLP, dalam salah satu videonya mendefinisikan NLP sebagai studi terhadap pola pikir yang menghasilkan perilaku sukses. Model bagaimana seseorang berpikir dan berprilaku yang membuahkan kesuksesan.

Sebagai sebuah model dari seseorang yang sudah sukses, model ini dapat dipelajari dan dilakukan oleh orang lain yang juga ingin mencapai kesuksesan.

Sejarah singkat NLP

NLP dimulai ketika pada awal tahun 70an John Grinder yang merupakan Associate Professor linguistik di Universitas California, bekerja sama dengan Richard Bandler, seorang praktisi matematika dan komputer. Kedua orang ini sangat tertarik dengan dunia human excellence, sehingga mereka mengamati, meniru, dan memodel pola perilaku beberapa orang yang jenius di bidangnya.

Grinder dan Bandler memulai NLP dengan mempelajari tiga tokoh yaitu Fritz Perls, Virginia Satir, dan Milton Erickson. Ketiga orang ini dikenal sangat hebat dalam perannya sebagai praktisi di dunia terapi. Hasil pemodelan itu mereka tuangkan dalam berbagai tulisan yang kemudian dikenal sebagai NLP.

Demikianlah perkenalan singkat kita dengan NLP. Apa manfaat dari belajar dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari akan saya ulas di tulisan berikutnya.

Tulisan Lainnya:

Manfaat NLP yang Bisa Membuat Hidup Anda Makin Mantul Gambar dari pixabay.com Hari masih pagi. Matahari pun nampaknya masih enggan keluar dari peraduannya. Tapi, Baco sudah siap dengan seragam olahrag...
Cara Menjaga Motivasi Diri untuk Mewujudkan Target-target Anda Menggunakan NLP Foto dari pexels.com Hari masih pagi. Hanya menggunakan sarung dan kaos singlet, Baco bersantai di teras rumahnya. Secangkir kopi pahit dan sepiri...