Kenapa Niat Saja Nggak Cukup untuk Berubah?

Kita semua pasti pernah mengalami momen “mulai besok, aku berubah.” Mulai besok berhenti begadang. Mulai besok makan sehat. Mulai besok lebih sering olahraga. Tapi yang terjadi? Besoknya kita scroll media sosial sampai tengah malam sambil ngemil keripik.

Kenapa bisa begitu?

Photo by Gemini

Ternyata, menurut John C. Norcross dalam bukunya Changeology, niat saja nggak cukup. Bahkan, niat tanpa persiapan bisa jadi jebakan yang bikin kita makin frustrasi. Karena perubahan, pada dasarnya, bukan hanya soal keinginan, tapi soal kesiapan.

Perubahan Itu Proses, Bukan Ledakan Motivasi

Banyak orang mengira perubahan itu seperti loncatan besar, penuh semangat, satu malam langsung berubah. Tapi Norcross menunjukkan bahwa perubahan sejati itu bukan soal motivasi sesaat, melainkan proses yang bertahap dan terstruktur.

Langkah pertama dari lima tahapan dalam Changeology disebut Psych, yaitu menyiapkan kondisi mental dan emosional untuk berubah. Di tahap ini, kita diminta untuk jujur pada diri sendiri:

  • Apakah saya benar-benar siap berubah sekarang?
  • Apa alasan terdalam saya ingin berubah?
  • Seberapa yakin saya bisa menghadapi tantangan nanti?

Banyak orang melewati tahap ini karena menganggap niat itu sudah cukup. Padahal, Norcross menunjukkan bahwa orang yang tidak siap secara mental cenderung gagal di tengah jalan, walaupun motivasinya di awal sangat tinggi.

Siap Mental = Setengah Jalan

Dalam bukunya, Norcross menjelaskan bahwa orang yang memulai perubahan tanpa kesiapan mental hanya punya peluang kecil untuk berhasil. Bahkan, ia menyebutkan bahwa 70% keberhasilan perubahan jangka panjang ditentukan oleh kesiapan di awal.

Kesiapan ini bukan cuma soal “niat kuat,” tapi melibatkan:

  • Kesadaran tentang kenapa perubahan ini penting untuk hidup kita
  • Pemahaman atas hambatan-hambatan yang mungkin muncul
  • Strategi menghadapi godaan atau kelelahan di tengah proses

Misalnya kamu ingin mulai hidup sehat. Daripada langsung mendaftar gym dan beli sepatu baru, akan jauh lebih kuat dampaknya kalau kamu tahu persis kenapa kamu ingin lebih sehat. Apakah karena ingin punya energi lebih untuk anak-anak? Karena merasa mudah lelah di usia tertentu? Karena ada riwayat keluarga dengan penyakit serius?

Semakin personal dan emosional alasanmu, semakin kuat daya dorongnya.

Norcross menekankan bahwa kita tidak berubah hanya karena kita merasa harus berubah. Tapi, karena kita ingin berubah dan sudah siap untuk itu. Jadi, “harus” berubah saja belum cukup. Kita harus merasa ingin berubah, dan siap berubah.

Perubahan Butuh Fondasi, Bukan Dorongan Sesaat

Makanya, kalau kamu merasa sering gagal di tengah jalan, tidak selalu berarti kamu lemah atau kurang disiplin. Mungkin kamu hanya belum membangun fondasi yang kokoh untuk perubahan itu.

Banyak orang terjebak di pola yang sama. Semangat di awal, lalu kehilangan arah setelah satu atau dua minggu. Ini terjadi karena proses mental di balik perubahan belum benar-benar dimulai. Kita melewatkan fase penting yaitu mengkaji ulang nilai-nilai, menetapkan tujuan yang realistis, dan mengantisipasi hambatan.

Jadi, Harus Mulai dari Mana?

Mulailah dengan mengevaluasi kesiapan diri. Changeology menyediakan semacam kuis kesiapan dan refleksi pribadi yang bisa kamu lakukan sendiri. Tapi bahkan tanpa kuis, kamu bisa mulai dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Apa yang mendorong saya ingin berubah sekarang?
  • Apa yang akan saya dapat jika berhasil?
  • Apa yang akan terjadi jika saya terus seperti ini?
  • Hambatan apa yang mungkin muncul, dan bagaimana saya bisa menghadapinya?

Pertanyaan-pertanyaan ini bukan sekadar formalitas. Mereka membantumu menciptakan “alasan emosional” yang kuat dan strategi mental sebelum berhadapan dengan kenyataan.

Penutup

Kalau selama ini kamu merasa gagal terus untuk berubah, jangan buru-buru menyimpulkan kamu kurang niat atau kurang tekad. Bisa jadi kamu cuma belum benar-benar siap. Dan itu bukan kesalahan, itu bagian dari proses.

Kabar baiknya, kesiapan bisa dibangun. Sama seperti otot, kesiapan mental bisa dilatih dengan refleksi, perencanaan, dan dukungan. Jadi, sebelum mengandalkan semangat membara, coba duduk sejenak dan siapkan dulu fondasinya.

Karena perubahan sejati bukan tentang mulai besok, tapi tentang siap hari ini.

Salam sukses bermanfaat…

*) Dielaborasi dengan bantuan GenAI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top