Pernah merasa hidup seperti jalan di tempat? Sudah berusaha keras, tapi tetap saja ada perasaan gagal, tidak cukup baik, atau tidak pantas bahagia? Mungkin jawabannya bukan terletak pada keadaan luar, tapi pada apa yang diam-diam berputar di dalam kepalamu setiap hari.

Tanpa kita sadari, pikiran adalah titik awal dari segalanya. Seperti kata Dr. Ibrahim Elfiky dalam bukunya Terapi Berpikir Positif, apa pun yang terus-menerus kita pikirkan akan tertanam dalam pikiran bawah sadar dan menjadi kenyataan. Pikiran membentuk perasaan. Perasaan membentuk tindakan. Dan tindakan membentuk hidup kita.
Kekuatan Tak Terduga dari Pikiran
Masalahnya, kita sering membiarkan pikiran negatif mondar-mandir bebas tanpa disaring. Kalimat-kalimat seperti:
“Aku memang nggak berbakat.”
“Hidupku memang begini aja.”
“Aku pasti gagal.”
Mungkin terdengar sepele, tapi menurut Elfiky, pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan mana yang sungguh-sungguh dan mana yang bercanda. Ia hanya tahu, apa yang sering masuk, itulah yang dianggap benar. Ketika kamu terus mengulang narasi negatif, pikiran bawah sadar akan menganggapnya sebagai kenyataan dan bekerja keras untuk membuktikannya.
Bayangkan jika setiap hari kamu menanam kata-kata seperti “aku bodoh”, “aku nggak berharga”, atau “aku pasti gagal”, tanpa sadar kamu sedang menyabotase diri sendiri. Akibatnya, kamu merasa tidak layak mencoba, tidak percaya diri saat menghadapi tantangan, dan akhirnya benar-benar berhenti berusaha.
Pikiran Positif Bukan Sekadar Slogan
Berpikir positif sering dianggap klise atau terlalu sederhana untuk memecahkan masalah nyata. Tapi berpikir positif bukan berarti menutup mata dari kenyataan. Berpikir positif adalah keterampilan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang membangun, bukan menjatuhkan.
Saat kamu gagal, kamu bisa berkata, “Aku memang gagal total.” Tapi kamu juga bisa memilih berkata, “Aku belum berhasil, tapi aku belajar sesuatu.” Keduanya sama-sama realistis. Tapi hanya salah satunya yang memberi kamu energi untuk bangkit.
Menurut Elfiky, berpikir positif tidak terjadi begitu saja. Ia butuh latihan, kesadaran, dan kemauan untuk terus mengarahkan pikiran ke arah yang lebih sehat dan memberdayakan.
Cara Melatih Pikiran Positif
Berikut beberapa cara praktis yang bisa kamu mulai hari ini juga:
1. Sadari Isi Self-Talk-mu
Dengarkan apa yang sering kamu katakan ke diri sendiri. Apakah itu membangun atau justru menjatuhkan?
2. Ubah Kalimat Negatif Jadi Positif
Daripada berkata “Aku nggak bisa”, katakan “Aku belum bisa, tapi aku sedang belajar.” Ini bukan membohongi diri, tapi memberi ruang untuk berkembang.
3. Batasi Paparan Negatif
Lingkungan memengaruhi pikiran. Batasi waktu dengan orang-orang yang toxic, berita negatif berlebihan, atau konten yang membuatmu merasa buruk tentang diri sendiri.
4. Gunakan Afirmasi Harian
Tulis dan ucapkan kalimat positif setiap hari, seperti “Saya layak bahagia”, “Saya terus berkembang”, atau “Saya bisa menghadapi tantangan”. Ini bukan sulap, tapi pengondisian ulang pikiran bawah sadar.
5. Fokus pada Solusi, Bukan Masalah
Berpikir positif bukan mengabaikan masalah, tapi memilih untuk mengarahkan energi pada solusi.
Penutup
Seperti ladang, pikiran akan menumbuhkan apa pun yang kamu tanam di dalamnya. Tanam ketakutan, kamu akan menuai keraguan. Tanam keyakinan, kamu akan memanen keberanian.
Jika kamu ingin hidupmu berubah, mulailah dari pikiranmu. Bukan dari menunggu keadaan luar menjadi sempurna, tapi dari mengubah dialog internal yang kamu ulang setiap hari.
Karena pada akhirnya, kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Dan seperti kata Dr. Elfiky, “Apa yang kamu tanam dalam pikiranmu, akan kamu tuai dalam hidupmu.”
Salam sukses bermanfaat…
*) Dielaborasi dengan bantuan GenAI

