Apakah kamu sering merasa hidup berjalan begitu-begitu saja, tanpa arah yang jelas? Bangun pagi, kerja, pulang, scroll medsos, lalu tidur. Besoknya, ulang lagi. Rutinitas terus berjalan, tapi di dalam hati, ada yang kosong. Seperti sedang berjalan jauh, tapi nggak tahu mau ke mana. Dan makin lama, makin lelah.

Banyak dari kita pernah, atau sedang, berada di fase “kehilangan arah”. Dan menurut Ken Blanchard dan Jesse Lyn Stoner dalam bukunya Full Steam Ahead, itu bukan karena kita malas, kurang bersyukur, atau gagal. Tapi karena kita tidak punya visi yang jelas dalam hidup.
Kenapa Kita Merasa Hilang Arah?
Bayangkan kamu naik perahu di tengah kabut tebal, tanpa kompas atau tujuan. Kamu bisa saja terus mendayung, tapi ke mana?
Seperti itulah hidup tanpa visi. Kita sibuk, tapi bingung. Kita bergerak, tapi tak tahu arah. Kadang kita hanya mengikuti ekspektasi orang lain, atau membandingkan diri dengan pencapaian orang di media sosial.
Tanpa visi, kita mudah terdistraksi, gampang ragu, dan lebih sering merasa kosong. Karena sebenarnya, kita tidak tahu apa yang sedang kita kejar.
Visi: Kompas dalam Kehidupan Pribadi
Visi bukan cuma untuk perusahaan besar. Kita pun membutuhkannya. Dalam Full Steam Ahead, Blanchard dan Stoner menyebutkan bahwa visi pribadi yang kuat terdiri dari tiga komponen:
1. Tujuan yang Bermakna (Significant Purpose)
Ini adalah alasan kamu melakukan sesuatu. Ini bukan tentang apa yang kamu dapatkan, melainkan tentang kontribusi atau dampak apa yang ingin kamu berikan kepada dunia atau orang lain.
2. Gambaran Masa Depan (Picture of the Future)
Ini adalah representasi yang jelas dan detail tentang apa yang akan kamu lihat, rasakan, dengar, dan lakukan saat tujuan kamu terwujud. Semakin detail gambaran ini, semakin kuat ia akan menarik kamu ke masa depan yang diinginkan.
3. Nilai-nilai yang Jelas (Clear Values)
Nilai adalah prinsip hidup yang akan menuntun setiap keputusan dan tindakan kamu. Mereka adalah “aturan main” pribadi kamu, kompas moral yang menjaga kamu tetap di jalur.
Visi bukan sekadar kalimat keren yang ditempel di dinding kamar. Tapi sesuatu yang menggerakkan hati, dan membantu kita memilih dengan lebih yakin. Ketika kamu tahu ke mana kamu ingin pergi, kamu nggak akan mudah terombang-ambing.
Bagaimana Menyusun Visi Pribadi?
Menemukan visi pribadi bukanlah proses instan. Ini butuh refleksi, introspeksi, dan kejujuran pada diri sendiri. Namun, proses ini sangatlah berharga.
Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk memulainya:
- Luangkan waktu untuk refleksi. Sediakan waktu tanpa gangguan. Matikan ponsel, cari tempat yang tenang, dan biarkan pikiran kamu mengembara.
- Tanya dirimu sendiri. Apa yang paling penting buatku dalam hidup? Hidup seperti apa yang aku inginkan 5–10 tahun ke depan? Nilai apa yang ingin aku pegang, apapun yang terjadi?
- Tuliskan. Tak perlu panjang. Yang penting jujur dan terasa bermakna.
- Tinjau ulang. Visi kamu bisa berkembang seiring waktu, seiring kamu tumbuh dan belajar. Setahun sekali, lihat lagi apakah masih relevan, atau perlu disesuaikan?
Kamu nggak harus langsung menemukan visi hidup yang sempurna. Tapi dengan mulai bertanya, kamu sudah selangkah lebih dekat.
Contoh visi:
“Saya ingin menjalani hidup yang bermakna dengan membantu orang lain tumbuh, sambil menjaga kesederhanaan dan keseimbangan dalam hidup pribadi.”
- Purpose: Membantu orang lain tumbuh.
- Picture of the Future: Hidup yang bermakna, tenang, dan seimbang.
- Values: Kesederhanaan, pertumbuhan, empati.
Penutup
Visi pribadi adalah kompas yang kamu butuhkan untuk menavigasi kehidupan dan mencapai kepuasan yang lebih dalam. Dengan visi yang jelas, kamu tidak hanya akan tahu ke mana kamu akan pergi, tetapi juga mengapa kamu pergi ke sana, dan bagaimana kamu akan sampai di sana dengan integritas.
Salam sukses bermanfaat…
*) Dielaborasi dengan bantuan GenAI

