Cara Membuat Tujuan Presentasi dengan SMART

tujuan presentasi
Tujuan presentasi (Image by StockSnap from Pixabay)

Presentasi dilakukan atas dasar sebuah tujuan. Anda tidak sekadar berdiri dan mengoceh, demikian halnya audiens Anda tidak sekadar menghabiskan waktu untuk mendengarkan Anda.

Ada tujuan presentasi yang ingin dicapai.

Secara umum, ada 2 jenis tujuan presentasi yaitu untuk menginformasikan sesuatu (to inform) dan untuk mempengaruhi audiens melakukan atau mengubah sesuatu (to persuade).

Agar lebih terarah, perlu dibuat tujuan yang lebih detail.

Seperti halnya ketika naik taksi, kalau tujuannya hanya ke Kuningan, mungkin supir taksinya masih bingung nanti mau turun di mana. Masih perlu informasi tambahan, misalnya turun di bagian belakang Bakrie Tower, tepatnya di depan Bluegrass. Nah, ini baru detail.

Saya jadi teringat, suatu ketika saya diminta mereview sebuah slide presentasi. Wow, jumlah slidenya begitu banyak. Ada sekitar 70 slide. Sedangkan waktu presentasinya sekitar 20 menit.

Mau tidak mau, kontennya harus dipangkas. Otomatis slidenya juga akan berkurang. Masalahnya kemudian adalah terjadi kebingungan informasi mana yang akan di pertahankan dan mana yang bisa dibuang.

Akhirnya, kami kembali ke pertanyaan dasar. Apa sebenarnya tujuan dari presentasi tersebut. Dan jawabannya tidak begitu menolong, karena kurang spesifik. Kami tetap berakhir pada kebingungan.

Kami pun memutuskan untuk fokus merumuskan tujuan dahulu, baru kemudian memilih informasi yang akan dipakai. Ternyata, tujuan yang terdefinisikan dengan baik sangat membantu kami memutuskan.

Di tulisan ini, saya akan menguraikan cara membuat tujuan presentasi menggunakan metode yang sudah terbukti efektif dalam merumuskan tujuan, yaitu metode SMART.

Kenapa SMART ini efektif dalam membuat tujuan? Akan terjawab dengan sendirinya setelah melihat komponen-komponennya. Mari kita tinjau satu-satu.

Specific (spesifik)

Tujuan presentasi Anda haruslah khusus dan jelas. Tidak membuka peluang untuk diartikan berbeda-beda atau membuat audiens bertanya-tanya.

Audiens harus bisa mengetahui dengan jelas apa yang akan mereka dapatkan, ketahui, ubah, atau lakukan setelah mengikuti presentasi Anda.

Misalnya:

Anda diminta melakukan presentasi untuk mengenalkan software XYZ ke sebuah perusahaan dan mempengaruhi mereka untuk mencoba gratis (free trial/demo) selama seminggu.

Contoh 1, tujuan presentasi yang belum SMART:

Setelah presentasi, audiens mengetahui kelebihan software XYZ dan tertarik melakukan free trial seminggu.

Contoh 2, tujuan presentasi yang SMART:

Di akhir presentasi, audiens dapat menyebutkan 3 kelebihan produk XYZ dibanding produk sejenis dan mengisi formulir pendaftaran free trial selama seminggu.

Measurable (dapat diukur)

Untuk memastikan presentasi Anda sukses, tujuannya harus bisa diukur. Ada parameter yang bisa dijadikan acuan untuk mengukurnya.

Mari kita lihat dari dua contoh tujuan presentasi di atas.

Di contoh 1, menggunakan kata audiens mengetahui dan tertarik, yang menurut saya agak sulit untuk mengukur pencapaiannya.

Di contoh 2, menggunakan kata dapat menyebutkan 3 dan mengisi formulir, kedua hal ini jelas bisa diukur pencapaiannya.

Agar presentasi Anda bisa diukur pencapaiannya dengan mudah, gunakan kata kerja seperti menyebutkan, mengisi, memilih, menjelaskan, dll. Kemudian, hindari penggunaan kata-kata yang sulit diukur seperti mengetahui, tertarik, memahami, dll.

Achievable (dapat dicapai)

Tujuan presentasi Anda haruslah bisa Anda capai dengan segala sumber daya yang Anda miliki dan audiens. Jangan sampai Anda menyiapkan presentasi dengan durasi dua jam, padahal waktu yang tersedia untuk Anda hanya 30 menit.

Mari kita lihat lagi tujuan presentasi dari contoh 2. Kalau salah satu audiens adalah manajer yang bisa mengambil keputusan, maka kemungkinan tujuan mengisi formulir untuk trial bisa tercapai.

Namun, jika audiensnya itu end user semua, maka kemungkinan akan perlu waktu untuk proses persetujuan ke manajernya. Jadi, mengisi formulis trial di akhir presentasi kemungkinan tidak dapat tercapai.

Relevant (relevan)

Tujuan presentasi yang Anda buat harus relevan dengan audiens Anda. Dalam artian hal tersebut benar-benar yang dibutuhkan audiens. Di sinilah pentingnya melakukan analisis audiens sebelum presentasi.

Contoh 2 di atas hanya relevan disampaikan kepada perusahaan yang belum menggunakan software XYZ. Sedangkan bagi yang telah menggunakan, tujuan tersebut menjadi tidak relevan. Yang mereka butuhkan adalah informasi tentang update terbaru dari software XYZ dan bagaimana update tersebut bisa meringankan pekerjaan mereka.

Time-bound (ada target waktu)

Membuat tujuan mesti menyertakan target waktu, kapan tujuan tersebut tercapai. Misalnya, di akhir presentasi, seminggu setelah presentasi, dll.

Tanpa target waktu yang jelas, tujuan presentasi Anda jadi mengambang di awang-awang.

Selain membantu Anda sebagai presenter, target waktu ini juga akan membantu audiens dalam melakukan tindakan. Misalnya, penawaran free trial hanya berlaku dalam kurun waktu seminggu setelah presentasi. Setelah itu akan ada biaya instalasi atau lainnya.

Dengan begitu, Anda dan audiens punya kerangka waktu untuk melakukan tindakan dan presentasi Anda memiliki batas waktu untuk mengukur pencapaian tujuannya.

Terjawab ya, kenapa metode SMART ini efektif digunakan dalam menetapkan tujuan presentasi.

Semoga bermanfaat buat Anda dan selamat mencoba…

Related Post

3 Pertanyaan Dasar untuk Analisis Audiens Presenta... Pertanyaan analisis audiens presentasi (Photo by fauxels from Pexels) Mengapa analisis audiens perlu dilakukan sebelum presentasi? ...
Cara Membuat PPT yang Menarik dengan Mudah dan Cep... Cara membuat PPT yang menarik (Image by StartupStockPhotos from Pixabay) Apakah Anda sering menampilkan slide PowerPoint (PPT) saat presentasi? ...
2 Cara Analisis Audiens Presentasi Cara analisis audiens presentasi (Image by Andreas Breitling from Pixabay) Di tulisan sebelumnya, saya telah menguraikan tentang mengapa analisis ...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *