Tugas Audit Internal dalam Perusahaan

Di awal bergabung dengan Audit Internal, yang ada benak saya itu pekerjaannya adalah memeriksa pelaksanaan pekerjaan divisi lain dan mengawasi penggunaan keuangan perusahaan. Anggapan saya ini tidak sepenuhnya benar, karena ternyata yang dilakukan audit internal bukan semata-mata terkait hal tersebut.

Secara umum, lingkup tugas Audit Internal dalam perusahaan adalah (1) membantu menilai dan meningkatkan tata kelola, (2) membantu mengevaluasi efektivitas manajemen risiko, dan (3) membantu mempertahankan pengendalian yang efektif.

Tata Kelola (Governance)

Aktivitas audit internal harus menilai dan memberikan rekomendasi yang sesuai untuk meningkatkan proses tata kelola orgaanisasi.

Tata kelola adalah kombinasi proses dan struktur yang diterapkan oleh Dewan (board) dalam rangka menginformasikan, mengarahkan, mengelola, dan memantau aktivitas organisasi untuk mencapai sasaran.

Dewan (board) yang dimaksud di sini siapa?

Berdasarkan daftar istilah dari Standar (IPPF 2017) yang dikeluarkan oleh IIA, dewan merupakan badan tertinggi yang mengatur jalannya organisasi (misalnya, suatu dewan direksi, suatu dewan pengawas, atau suatu dewan gubernur atau wali amanat), yang bertanggungjawab untuk memerintah dan/atau mengawasi aktivitas organisasi dan memegang akuntabilitas manajemen senior. Walaupun susunan tata kelola dapat berbeda-beda antara berbagai yurisdiksi dan sektor, pada umumnya dewan mencakup anggota-anggota yang bukan merupakan bagian dari manajemen. Apabila dewan tidak ada, maka istilah “Dewan” di dalam Standar merujuk kepada kelompok atau orang yang diberikan tanggung jawab mengenai tata kelola organisasi. Lebih lanjut, “dewan” dalam Standar dapat juga diartikan sebagai komite atau suatu badan lain yang memperoleh delegasi fungsi tertentu dari lembaga yang mengelola (misalnya, suatu komite audit).

Mungkin ada yang bingung dengan kalimat “bukan bagian dari manajemen”. Maksudnya bagaimana itu?

Dalam tata kelola perusahaan dikenal sistem one-tier dan two-tier. Dalam sistem one-tier, fungsi pengawasan dan fungsi manajemen digabungkan dalam satu Dewan Direksi (Board of Directors). Sistem ini diterapkan di negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Juga di beberapa negara Asia seperti Singapura, Hong Kong, dan Malaysia.

Dalam sistem two-tier, kedua fungsi tersebut dipisahkan ke dalam dua dewan yang di Indonesia kita kenal sebagai Dewan Direksi (menjalankan fungsi manajemen) dan Dewan Komisaris (menjalankan fungsi pengawasan).

Manajemen merujuk pada kelompok orang yang bertanggung jawab langsung atas operasional sehari-hari dan pengambilan keputusan operasional dalam perusahaan. Manajemen ini dipimpin oleh eksekutif, yang mungkin termasuk CEO (Chief Executive Officer), CFO (Chief Financial Officer), COO (Chief Operating Officer), dan manajer tingkat tinggi lainnya.

Jika merujuk pada penjelasan di atas, maka pada sistem two-tier, dewan (board) maksudnya adalah Dewan Komisaris.

Manajemen Risiko (Risk Management)

Aktivitas audit internal harus mengevaluasi efektivitas dan memberikan kontribusi pada peningkatan proses manajemen risiko.

Risiko adalah kemungkinan terjadinya suatu peristiwa yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan. Risiko diukur dari aspek dampak (impact) dan kemungkinan terjadinya (likelyhood).

Sedangkan, manajemen risiko adalah proses mengidentifikasi, menilai, mengelola, dan mengendalikan peristiwa atau situasi untuk memberikan asurans yang cukup untuk pencapaian tujuan organisasi.

Penilaian efektivitas proses manajemen risiko merupakan suatu pendapat berdasarkan evaluasi dari auditor bahwa:

  • Tujuan organisasi telah mendukung dan terkait dengan misi organisasi;
  • Risiko signifikan telah diidentifikasi dan dinilai;
  • Respon risiko yang sesuai telah dipilih dan sesuai dengan selera risiko organisasi; dan
  • Informasi yang relevan mengenai risiko telah diperoleh dan dikomunikasikan dalam waktu yang tepat ke seluruh unit organisasi, yang membuat staf, Manajemen, dan Dewan dapat melaksanakan tanggung jawabnya.

Aktivitas audit internal dapat memperoleh informasi untuk mendukung penilaian tersebut dari berbagai penugasan. Hasil berbagai penugasan tersebut, apabila dilihat secara bersamaan, akan memberikan pemahaman proses manajemen risiko organisasi dan efektivitasnya.

Pengendalian (Control)

Aktivitas audit internal harus membantu organisasi memelihara pengendalian yang efektif dengan cara mengevaluasi efisiensi dan efektivitasnya serta mendorong pengembangan berkelanjutan.

Pengendalian adalah kegiatan yang dilakukan oleh manajemen, Dewan, dan pihak-pihak lain dalam mengelola risiko dan meningkatkan kemungkinan pencapaian sasaran dan tujuan organisasi. Manajemen merencanakan, mengatur, dan mengarahkan kinerja menuju tindakan-tindakan yang dapat memberikan jaminan bahwa tujuan dan sasaran organisasi akan tercapai.

Pengendalian ini beragam macamnya. Intinya segala kegiatan yang dilakukan untuk membuat organisasi tetap di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan. Contoh sederhanya adalah policy dan prosedur yang dibuat untuk suatu aktivitas.

Kesimpulannya, tugas Audit Internal memainkan peran penting dalam mengevaluasi, meningkatkan, dan menjaga lingkungan pengendalian internal organisasi, memastikan kepatuhan, dan mempromosikan operasi yang efisien dan efektif. Pekerjaan mereka membantu mengurangi risiko, meningkatkan proses, dan efektivitas tata kelola dan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Salam sukses bermanfaat…

Referensi:

1 thought on “Tugas Audit Internal dalam Perusahaan”

  1. Pingback: Faktor-Faktor Penyebab Seseorang Melakukan Kecurangan (Fraud) - Kirman Syam

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top