Select Page

Bagi pemula atau freshgraduate, mendapat panggilan wawancara kerja merupakan kebahagiaan tersendiri. Saya pernah merasakannya. Setelah melewati beberapa hari penuh penantian plus kecemasan setelah mengikuti tes awal, muncul berbagai pertanyaan dalam kepala. Lolos gak ya? Dipanggil lagi gak ya?

Berbagai persiapan dilakukan begitu mendapatkan panggilan wawancara kerja. Baca-baca lagi, potong rambut, atau bahkan sibuk menyiapkan kostum yang akan dipakai. Semua itu demi bisa berhasil dalam wawancara nantinya.

Jawaban yang tepat saat interview bagi pemula

Foto dari pexels.com

Berikut ini ini beberapa tips wawancara kerja untuk pemula.

  • Pelajari perusahaan yang memanggil Anda

Dulu, ketika lulus jadi sarjana, saya mengirim lamaran kerja ke beberapa perusahaan. Ada yang menanggapi dengan ucapan terima kasih namun belum ada lowongan, ada yang tidak ada kabar hingga saat ini, dan ada juga yang menjadwalkan untuk mengikuti tes tulis.

Jika lulus tes tulis maka akan dilanjutkan tes wawancara. Saking senangnya mendapat panggilan tes wawancara, terkadang lupa untuk mencari tahu lebih dalam tentang perusahaan yang memanggil. Padahal, itu bisa menjadi nilai tambah dan menunjukkan betapa besar perhatian dan ketertarikan dengan perusahaan.

Secara umum mungkin sudah tahu, seperti jenis perusahaan dan bergerak di bidang apa. Cobalah menggali lebih dalam, misalnya melalui website perusahaan, apa visi dan misinya dan bagaimana pengetahuan dan keterampilan Anda bisa membantu mewujudkannya.

  • Muncullah dengan penampilan terbaik

Untuk keperluan wawancara, saya mempunyai satu setel pakaian andalan. Kemeja itu bahkan hanya saya pakai untuk keperluan wawancara kerja. Maklum, cuma ada satu namanya juga baru lulus.

Menjadi freshgraduate tidak berarti tampil seadanya saat wawancara kerja. Tampillah semenarik mungkin, pakaian yang sesuai, rambut disisir rapi, sepatu yang mengkilap, dan senyum menawan.

Baca ini untuk mengetahui warna pakaian yang cocok untuk wawancara kerja.

  • Jangan abaikan kontak mata

Kontak mata yang sewajarnya bisa menunjukkan rasa percaya diri dan dapat meningkatkan rasa percaya lawan bicara terhadap hal-hal yang sedang dibicarakan. Ada kesan bahwa orang yang menghindari kontak mata bisa jadi sedang berusaha berbohong atau menutupi sesuatu.

  • Jangan lupa non-aktifkan HP

Anda tidak ingin ketika sedang menjawab pertanyaan pewawancara tiba-tiba ada yang bernyanyi di kantong Anda bukan? Makanya, matikan semua jenis alat komunikasi. Paling tidak silent mode.

Jawaban yang tepat saat interview bagi pemula

Bagi pemula dan siapapun, jawaban yang tepat saat interview adalah jawaban yang jujur. Jawablah semua pertanyaan apa adanya.

Contoh jawaban terhadap beberapa pertanyaan di bawah ini hanya sekadar inspirasi saja. Gunakan dan modifikasi sesuai dengan kondisi Anda yang sesungguhnya.

  • Ceritakan tentang diri Anda

Pertanyaan ini sering ditanyakan di awal sesi wawancara. Gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan jika Anda adalah kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Tidak perlu cerita panjang lebar soal drama-drama yang terjadi dalam kehidupan Anda. Ceritakan saja yang relevan dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan.

Contoh jawaban:

“Saya adalah sarjana Geofisika dari Universitas Hasanuddin, lulus dengan predikat sangat memuaskan, IPK 3,25. Tugas akhir saya lakukan di sebuah perusahaan jasa minyak dan gas bumi dengan topik pengolahan data seismik. Saya menguasai Promax untuk olah data. Saat mahasiswa saya aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan di mana saya banyak belajar tentang bekerja sama dalam tim dan komunikasi.”

  • Mengapa Anda melamar ke perusahaan ini?

Pertanyaan ini termasuk susah gampang untuk menjawabnya. Jangan sekali-kali menjawabnya dengan “untung-untungan saja” atau “saya mengirim banyak lamaran, termasuk ke perusahaan ini”.

Agar mudah menjawabnya, biasakan melakukan riset terhadap perusahaan sebelum datang wawancara. Misalnya, tentang visi dan misi perusahaan, kemudian hubungkan dengan keahlian yang Anda miliki dan bagaimana Anda bisa berkontribusi di dalamnya.

Contoh jawaban:

“Saya mengetahui jika perusahaan ini berkomitmen untuk memberikan hasil pengolahan data seismik dengan kualitas terbaik dan ini sesuai dengan keahlian yang saya miliki. Saya menguasai Promax untuk olah data dan ingin berkontribusi mewujudkan komitmen perusahaan.”

  • Apa kelemahan terbesar Anda?

Ini pertanyaan yang dilematis untuk dijawab… hehehe. Dijawab jujur, kuatir malah tidak diterima. Dijawab tidak ada, tidak mungkin.

Untuk pertanyaan seperti ini jawab saja dengan jujur, tapi secara positif. Maksudnya gimana? Sebutkan saja kelemahan Anda, tapi secara positif. Nah… mutar aja kan. Menjelaskannya saja susah, gimana jawabnya… xixixi.

Saya beri contoh aja ya:

“Kelemahan saya adalah manajemen waktu. Saya kadang lama dalam mengerjakan sesuatu karena ingin memastikan semuanya sudah sesuai dengan permintaan. Tapi, hal ini dapat saya atasi dengan selalu membuat timeline terhadap sebuah pekerjaan sehingga bisa selesai tepat waktu.

Nah, itulah tiga contoh jawaban yang tepat saat interview bagi pemula. Jawaban yang paling tepat tentu adalah yang jujur atau sesuai dengan kondisi Anda. Ini sebagai sumber inspirasi saja. Contoh jawaban untuk pertanyaan lainnya yang sering diajukan saat wawancara kerja dapat Anda dapatkan di 50 Pertanyaan Wawancara Kerja.

Semoga sukses…

Tulisan Lainnya:

Cara Mengatasi Gugup dan Tampil Percaya Diri Saat Wawancara Kerja Gambar dari unsplash.com Gugup ketika menghadapi wawancara kerja adalah sesuatu yang wajar. Ini mirip saat menghadapi public speaking. Sebagian be...
Contoh Pertanyaan Umum Wawancara Kerja untuk Freshgraduate Ada banyak kemungkinan pertanyaan yang dapat diajukan saat wawancara kerja. Tergantung dari posisi, pengalaman, bidang, dll. Kali ini saya akan men...
Tips Latihan Wawancara Kerja Foto dari Pexels.com Banyak latihan sebelum wawancara kerja sangat perlu dilakukan karena akan berdampak positif terhadap kepercayaan diri. Semaki...