Lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tentu menjadi idaman setiap orang yang mengikutinya. Apalagi jika berhasil diterima di pilihan pertama. Tapi, jika tidak lulus sama sekali, lantas apa yang mesti dilakukan? Menangis…, meratap…, terpuruk…, kecewa…, atau bagaimana?

Semua itu saya kira bisa saja dilakukan, yang tidak boleh terjadi jika ternyata tidak lulus adalah larut terlalu lama dengan situasi tidak menguntungkan tersebut. Saya sendiri pernah mengalami gagal dalam seleksi masuk PTN. Dulu namanya masih UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

Kecewa tentu saja, Ibu saya bahkan menangis. Sempat tidak dapat melakukan apa-apa seharian, pikiran rasanya buntu. Tapi itu segera saya akhiri, toh itu bukan akhir segalanya. Masih banyak hal yang bisa saya lakukan. Ibu saya pun sangat mendukung untuk mencari alternaif lainnya.

Karena sangat ingin kuliah di PTN (maklum biaya di PTS kan mahal), maka setahun itu saya gunakan untuk persiapan ujian tahun berikutnya. Sambil bekerja di tempat rental komputer (lumayan bisa meningkatkan keterampilan komputer), saya juga ikut kursus di lembaga bimbingan belajar. Untuk mengisi waktu yang masih lowong saya ikut kuliah wartawan jarak jauh.

Jadi, selama setahun menunggu, saya sudah terampil komputer, lumayan bisa menulis, dan tentu saja lebih siap menghadapi ujian penerimaan berikutnya. Alhamdulillah, pada percobaan berikutnya saya berhasil lulus di pilihan pertama saya.Begitulah pengalaman saya tidak lulus masuk PTN.

Bagaimana dengan Anda? Apa punya cerita sendiri bagaimana menghadapi kegagalan SNMPTN?

Tulisan Lainnya:

Merumuskan Tujuan Secara Efektif Menggunakan Konsep SMART Ada banyak cara untuk merumuskan tujuan secara efektif, salah satunya yang terkenal adalah konsep SMART (specific, measurable, achievable, realistic, ...
Contoh Mind Map “Program Penurunan Berat Badan” Salah satu kegunaan membuat mind map adalah untuk membuat perencanaan. Bagi pembaca yang belum familiar tentang mind map bisa membaca tulisan saya seb...
Membangun dan Mempertahankan Disiplin Diri Tulisan ini saya buat setelah membaca artikel di tabloid Genie dengan judul yang sama oleh Gabriel. Tulisannya sih sudah lama, sekitar tahun 2008, tap...