Select Page

Judul tulisan ini boleh jadi sudah terlambat. Karena pada kenyataannya, sebelum tulisan ini dibuat sudah ada ribuan pekerja migas yang mengalami PHK.

Gelombang PHK ini terjadi akibat anjloknya harga minyak mentah dunia di akhir tahun 2014 dan masih terus berfluktuasi hingga saat ini. Harga minyak mentah yang di atas USD 100 pada quarter pertama 2014, terus anjlok dan berfluktuasi hingga titik terendah sekitar USD 30 di awal tahun 2016 (lihat grafik untuk jelasnya).

harga minyak mentah dunia

Sumber: nasdag.com

Adalah pekerja sektor oil service atau kontraktor migas yang lebih dahulu mengalaminya. Akibat dari berkurangnya pekerjaan dari perusahaan-perusahaan minyak.

Tengok saja Halliburton, salah satu oil service company besar, hingga saat ini telah memutus pekerjanya 26.000 – 27.000 sejak 2014 hingga sekarang (CNN). Schlumberger lebih banyak lagi, perusahaan ini telah memutus sekitar 34.000 pekerjanya di seluruh dunia akibat penurunan harga minyak mentah ini (CNBC).

Gelombang PHK pekerja migas tak hanya terjadi di dunia, tapi juga sampai ke Indonesia. Beberapa perusahaan kontraktor migas dikabarkan telah merumahkan karyawannya akibat berkurangnya pekerjaan.

Belakangan, bukan hanya kontraktor migas saja yang melakukan PHK, melainkan mulai merambah ke perusahaan minyak. Hal ini terjadi akibat beban finansial yang semakin berat karena harga minyak dunia tak juga kunjung naik sesuai harapan.

Awal Januari 2016, kita dikagetkan dengan kabar bahwa Chevron akan melakukan PHK terhadap 1500 karyawannya (katadata). Pemutusan ini dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan bisnis, selain berbagai efisiensi lain yang telah dilakukan.

Prosesnya memang tak mudah karena mesti melewati berbagai proses internal dan juga pemerintah, dalam hal ini SKK Migas. Hingga April 2016, Chevron disebutkan sudah memangkas sekitar 750 orang pekerjanya dari rencana 1500 orang (Merdeka).

Gelombang PHK pekerja migas diyakini oleh banyak pihak akan terus bertambah jika harga minyak dunia tidak juga membaik. Kondisi ini tentu membuat banyak pekerja menjadi was-was. Harga minyak boleh gonjang-ganjing, tapi dapur harus tetap ngebul, anak-anak harus tetap sekolah, KPR harus terus dibayar, dan banyak kebutuhan lainnya harus tetap terpenuhi.

Jika sudah punya persiapan sebelumnya, misalnya sudah punya kontrakan 20 pintu, punya empang yang menghasilkan, atau usaha lainnya yang sudah berjalan, tentu tidak terlalu khawatir. Tapi, bagaimana dengan yang belum ada persiapan tiba-tiba kena pemangkasan?

Sebagai salah seorang pekerja migas, tentu juga merasakan kekhawatiran yang sama. Meskipun harapannya tak perlu mengalami hal sedemikian. Tapi, persiapan tak pernah ada salahnya. Orang bijak berkata “expect for the best, but stay prepare for the worse”.

Jika benar-benar mengalami PHK, berikut ini yang bisa dilakukan:

Sumber foto: linkedin.com

Sumber foto: linkedin.com

Jangan panik terlalu lama

Panik, tentu saja yang pertama kali terasa ketika pemberitahuan PHK menghampiri. Itulah yang disampaikan oleh seorang kawan ketika kami berbincang tentang pemangkasan pekerja yang dialaminya. Bagaimana tidak panik, rumah sedang direnovasi, KPR baru jalan setengahnya, dan anak lelakinya baru saja masuk SD.

Panik tentu saja boleh dan itu sangat manusiawi. Tapi jangan lama dan larut oleh kepanikan itu. Tenangkan diri agar bisa berpikir jernih. Apa yang harus dilakukan selanjutnya? Langkah apa yang mesti diambil untuk mengatasi masalah ini?

Ketika pikiran tenang, berbagai jalan keluar akan nampak jelas. Sesuatu yang tadinya samar atau bahkan tertutupi oleh rasa panik, mungkin saja bisa jadi pemecahan masalah.

Kontak kawan-kawan

Setelah reda dari rasa panik dan kekalutan pikiran, kawan saya ini mencoba mengontak kawan-kawan seprofesinya. Sekadar say hello dan mengabarkan jika dirinya sekarang tak bekerja dan jika ada informasi lowongan jangan lupakan dirinya.

Di situasi sulit seperti sekarang ini, saya jarang melihat iklan lowongan kerja dari perusahaan minyak maupun kontraktor migas. Jadi, jangan berharap banyak dari iklan lowongan. Info dari kawan-kawanlah yang paling menjanjikan. Karena kadang ada kebutuhan pekerja yang hanya beredar di internal perusahaan saja. Ini sebenarnya tidak berlaku sekarang saja, dari dulu pun sering begitu.

Banyak cara mengontak kawan-kawan, bisa lewat email, pesan di facebook, ataupun lewat pesan di linkedin. Intinya, bagaimana mengabarkan kepada mereka kalau Anda saat ini tidak bekerja lagi.

Beruntunglah kawan saya ini. Tak lama berselang, Ia mendapatkan tawaran dari seorang kawan yang dikontaknya.

Buka usaha dengan cash-flow harian

Bagaimana jika sudah 2-3 bulan belum ada juga tawaran pekerjaan? Sementara pesangon sudah mulai tergerus banyak.

Dalam salah satu sesi bincang-bincang dengan teman-teman TDA (Tangan Di Atas), sebuah komunitas bisnis, bahwa bisnis yang cocok untuk yang baru PHK adalah yang cash-flow nya harian. Karena tujuan bisnisnya adalah mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kecuali kalau Anda pesangonnya cukup besar dan sudah memiliki dana talangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk 2 tahun, maka boleh mencoba bisnis lainnya. Misalnya, coba bisnis properti, bisnis fashion, dll.

Nah, bisnis apa yang cash-flow nya harian?

Salah satunya adalah kuliner.

Bisnis kuliner ini perputaran uangnya harian. Misalnya, jual nasi kuning, jika laku maka hasilnya didapatkan harian. Beda dengan jualan rumah atau mobil, bisa berminggu-minggu baru hasilnya bisa masuk kantong.

Tapi, saya tak bisa masak apa-apa.

Tak perlu jadi chef untuk memulai bisnis kuliner. Misalnya, mau jualan nasi kuning. Pertama, harus punya tempat jualannya. Yang ini saya yakin Anda bisa tangani. Kedua, harus ada yang bisa masaknya. Kalau ini bisa cari, keluarga atau orang sekitar yang bisa masak nasi kuning. Ketiga, ada orang yang jualan.

Mencari waralaba yang tepat

Kalau tak mau repot bikin usaha, maka waralaba bisa menjadi pilihan yang tepat. Karena kebanyakan waralaba juga perputaran uangnya harian dan sistemnya sudah disiapkan.

Kalau modal dari bekerja di perusahaan migas sudah cukup besar, bisa pertimbangkan membuka Alfamart atau Indomaret. Jika tidak, bisa memilih yang lainnya. Tinggal pintar-pintar menganalisis pasar di sekitar kita. Waralaba apa kira-kira yang akan laku dan bertahan lama.

Jika kita amati, banyak waralaba yang tumbuh kemudian hilang ditelan kompetisi. Makanya, kita perlu mengamati dengan cermat mana waralaba yang bisa menguntungkan dalam waktu lama.

Fokus dengan usaha yang telah dirintis sebelumnya

Kalau selama bekerja sudah mulai merintis usaha, mungkin ini saatnya untuk fokus membesarkan usaha tersebut. Misalnya, selama bekerja sudah membeli beberapa petak empang. Mungkin kini saatnya fokus untuk mengurus empang tersebut, sambil menunggu kondisi membaik.

Berserah diri kepada Allah SWT

Setelah segala doa dan upaya kita lakukan, saatnya berserah diri kepada Allah SWT. Karena sebaik-baik pertolongan adalah pertolongan dari-Nya. Tugas kita adalah berdoa dan berupaya, selebihnya kembali kepada Allah.

Kehidupan tak selalu menyenangkan, juga tak selamanya berjalan di atas kesulitan. Tawakkal akan memberi kita kekuatan untuk menjalani keduanya.

Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semuanya. Dan semoga kondisi industri migas segera membaik. Amin.

Kalau ada kawan-kawan pekerja migas yang ingin membagikan pengalaman atau tips-tipsnya, silakan melalui kolom komentar.

 

Referensi tulisan:

http://money.cnn.com/2016/02/25/investing/halliburton-cuts-5000-jobs-oil-crash/

http://www.cnbc.com/2016/01/21/oilfield-services-firm-schlumberger-cuts-10000-jobs-makes-1b-loss-in-oil-price-rout.html

http://katadata.co.id/berita/2016/01/13/harga-minyak-anjlok-chevron-mulai-phk-karyawan-di-indonesia

http://www.merdeka.com/uang/skk-migas-sebut-chevron-sudah-pangkas-750-karyawan.html