Select Page

Gambar dari pexels.com

Di tulisan kali ini saya akan mengulas tentang beberapa pertanyaan yang umum diajukan saat wawancara kerja dan contoh jawabannya. Mudah-mudahan bisa menjadi sumber inspirasi buat Anda yang sedang siap-siap menghadapi wawancara kerja.

Jawaban yang saya tuliskan hanya sekadar contoh. Jika Anda mendapati pertanyaan serupa, maka jawaban yang tepat adalah yang sesuai dengan kondisi Anda masing-masing.

1. Ceritakan tentang diri Anda.

Pertanyaan ini biasanya diajukan di awal wawancara. Beberapa wawancara kerja yang saya ikuti dimulai dengan pertanyaan ini. Bisa dikatakan ini adalah pertanyaan pembuka.

Banyak orang yang kadang salah kaprah menjawabnya dengan menceritakan kisah perjalanan hidupnya. Mulai dari dilahirkan di kampung terpencil, kesusahan di kala kanak-kanak, kisah-kisah melankolis, dsb. Tidak salah memang, karena tidak ada larangan untuk itu.

Sebaiknya, jawab pertanyaan ini dengan menceritakan sesuatu tentang Anda yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar. Misalnya latar belakang pendidikan, prestasi akademik yang pernah dicapai, prestasi lainnya, dll yang berhubungan.

Contoh jawaban:

Saya menyelesaikan S1 saya di Universitas Hasanuddin, program studi Geofisika. Selama kuliah saya aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan sebagai anggota dan pengurus. Pernah jadi ketua bidang pendidikan di himpunan mahasiswa, aktif di Pramuka, dll.

Saya mengerjakan skripsi tentang olah data seismik di perusahaan penyedia jasa X. Selesai kuliah, saya bekerja di perusahaan Y sebagai Junior Seismic Processing. Saya berpengalaman melakukan pengolahan data seismik 2D untuk berbagai lapangan di Indonesia.

2. Kenapa Anda ingin bekerja di perusahaan ini?

Di tulisan terdahulu saya pernah menyinggung masalah pentingnya melakukan riset terhadap perusahaan tempat melamar. Tujuan utamanya adalah untuk menjawab pertanyaan seperti ini. Kemukakan nilai lebih perusahaan dan kesesuaian dengan rencana karir Anda.

Contoh jawaban:

Perusahaan Y adalah perusahaan jasa migas besar di Indonesia yang mengerjakan pengolahan data seismik dari perusahaan-perusahaan minyak terkemuka. Perusahaan ini adalah tujuan favorit lulusan Geofisika untuk bekerja, termasuk saya. Dengan kompetensi yang saya miliki, saya yakin bisa berkontribusi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang ditangani perusahaan.

3. Di mana Anda melihat diri Anda 5 tahun ke depan?

Bagi yang baru ikut wawancara dan tidak ada persiapan sebelumnya, pertanyaan ini bisa membuat bingung. Apalagi jika tidak memiliki gambaran yang dalam tentang pekerjaan yang dilamar. Yakin, Anda akan termenung sejenak memikirkan jawabannya… hehehe.

Melalui pertanyaan ini, pewawancara ingin melihat apakah Anda termasuk orang yang memiliki tujuan dalam bekerja. Karena karyawan yang memiliki tujuan yang jelas biasanya memiliki kinerja yang baik. Selain itu, juga untuk melihat apakah tujuan 5 tahun Anda itu sejalan dengan tujuan perusahaan.

Yang perlu Anda ingat, jawablah terkait posisi yang Anda lamar saat ini. Jangan sampai Anda menyampaikan rencana 5 tahun ke depan adalah berkarir di perusahaan lain dan menjadikan posisi saat ini untuk belajar atau sekadar batu loncatan.

Hal itu bukanlah jawaban yang dicari oleh pewawancara. Mereka ingin mendengar rencana Anda 5 tahun ke depan terkait posisi yang Anda lamar saat ini.

Contoh jawaban:

Saat membaca bagaimana peranan perusahaan ini dalam bisnis pengolahan data seismik, saya sangat bersemangat untuk mengisi posisi ini. Dengan keterampilan dan pengalaman saya dalam oleh data, 5 tahun ke depan mudah-mudahan saya bisa menjadi salah satu project leader yang dapat diandalkan oleh perusahaan.

4. Kenapa perusahaan seharusnya menerima Anda, bukan pelamar lain?

Bentuk lain dari pertanyaan ini yang sering digunakan dalam wawancara kerja adalah:

Kenapa Anda adalah pilihan yang tepat untuk posisi ini?

Kenapa Anda adalah kandidat yang cocok untuk pekerjaan ini?

Melalui pertanyaan ini, pewawancara ingin diyakinkan bahwa Anda adalah orang yang tepat karena memiliki kualifikasi yang dibutuhkan oleh pekerjaan yang ditawarkan. Maka yakinkan mereka dengan menjawab pertanyaan ini segamblang mungkin terkait kompetensi yang Anda miliki. Ini saat yang tepat untuk menjual diri Anda.

Jawab pertanyaan ini dengan menghubungkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang Anda miliki dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh posisi yang Anda lamar.

Contoh jawaban:

Dengan keterampilan dan pengalaman yang saya miliki di bidang pengolahan data seismik saya yakin bisa memberikan kontribusi yang besar terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan. Di samping itu, pengalaman berorganisasi yang saya miliki memberikan kemampuan untuk berinteraksi dengan klien dan menjalin komunikasi yang baik dengan mereka.

5. Ada yang ingin Anda tanyakan?

Pertanyaan ini sering diajukan oleh pewawancara di bagian akhir wawancara. Saya pernah mendapatkannya di salah satu sesi wawancara kerja yang saya ikuti.

Saat itu, saya tidak ada bayangan akan mendapatkan pertanyaan seperti ini. Karena yang saya siapkan adalah bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan diajukan pewawancara. Ini malah saya yang diminta untuk mengajukan pertanyaan. Sempat bingung sejenak, mau menanyakan apa ya.

Siapkan pertanyaan jika akan mengikuti wawancara kerja terkait posisi atau perusahaan. Dengan bertanya ketika Anda diberi kesempatan bisa menunjukkan keinginan yang kuat terhadap pekerjaan atau perusahaan. Selain itu, juga menunjukkan bahwa Anda melakukan PR Anda sebelum ikut wawancara kerja, yaitu melakukan riset terhadap perusahaan.

Yang perlu Anda ingat adalah jangan bertanya sesuatu yang sifatnya sangat personal tentang pewawancara. Juga pertanyaan yang belum waktunya, seperti tunjangan selain gaji, cuti, bonus, dll. Pertanyaan seperti itu bisa ditanyakan setelah Anda mendapatkan penawaran kerjanya.

Beberapa contoh pertanyaan yang dapat Anda ajukan:

Bisa Bapak/Ibu berikan gambaran singkat tentang budaya kerja di perusahaan ini?

Berapa banyak karyawan yang bertugas di bagian ini?

Menurut Bapak/Ibu kualifikasi seperti apa yang sesuai untuk pekerjaan ini?

Apa peluang terbesar yang sedang dihadapi perusahaan saat ini?

Apa pengalaman paling berkesan Bapak/Ibu selama bekerja di perusahaan ini?

Itulah lima contoh pertanyaan umum yang sering diajukan dalam proses wawancara kerja. Pertanyaan lain beserta contoh jawabannya dapat Anda baca di 50 Pertanyaan Wawancara Kerja, sebuah panduan berisi 50 contoh pertanyaan dan jawaban wawancara kerja yang ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, saat ini, wawancara dalam Bahasa Inggris sudah sangat lazim dilakukan. Makanya, ebook 50 contoh pertanyaan dan jawaban wawancara kerja juga ditulis dalam Bahasa Inggris.

Demikian ulasan tentang “menjawab pertanyaan yang umum diajukan saat wawancara kerja”. Semoga bermanfaat buat Anda…

Tulisan Lainnya:

Cara Mengatasi Gugup dan Tampil Percaya Diri Saat Wawancara Kerja Gambar dari unsplash.com Gugup ketika menghadapi wawancara kerja adalah sesuatu yang wajar. Ini mirip saat menghadapi public speaking. Sebagian be...
3 Pertanyaan Menjebak dalam Wawancara Kerja Pernahkah Anda merasa bingung harus menjawab apa dalam suatu wawancara kerja? Saya pernah, dulu. Pertanyaan yang diajukan rasanya seperti jebakan. Mau...
Menarik Perhatian Saat Wawancara Wawancara merupakan salah satu tahapan yang cukup penting dalam penerimaan karyawan. Pada tahap ini terjadi interaksi secara langsung antara pelamar d...