Cara Menjawab Pertanyaan Negatif Saat Wawancara Kerja

Pertanyaan negatif wawancara kerja
Pertanyaan negatif wawancara kerja (Image by Tumisu from Pixabay)

Dalam wawancara kerja, ada kalanya Anda dihadapkan pada pertanyaan yang nampaknya akan mengekspos sesuatu yang bersifat negatif tentang Anda. Menjawabnya pun terkadang membuat bingung dan ragu-ragu.

Saya sendiri sering menyebut pertanyaan seperti ini dengan “pertanyaan jebakan betmen”. Kalau tidak hati-hati menjawabnya, justru akan memberikan kesan Anda bukan kandidat yang sesuai untuk pekerjaan tersebut.

Berikut ini beberapa contoh pertanyaan jebakan betmen yang patut Anda waspadai dan cara menjawabnya.

1. Apa kelemahan terbesar Anda?

Ini termasuk pertanyaan yang sering diajukan dan cukup sulit untuk dijawab. Dijawab jujur takutnya malah menjadi alasan tidak diterima bekerja. Mengatakan Anda tidak memiliki kelemahan juga bukan hal bijak untuk dikatakan. Siapa sih yang tidak memiliki kelemahan?

Superman saja masih punya kelemahan kan? Kryptonite… Hehehe.

Beberapa buku dan artikel yang pernah saya baca menyarankan untuk menjawabnya secara jujur namun positif. Hmmm… bagaimana maksudnya?

Sebutkan saja kelemahan Anda, tapi secara positif. Nah… mutar aja kan. Menjelaskannya saja susah, gimana jawabnya… xixixi.

Saya beri contoh aja ya:

Kelemahan saya adalah manajemen waktu. Saya kadang lama dalam mengerjakan sesuatu karena ingin memastikan semuanya sudah sesuai dengan permintaan. Tapi, hal ini dapat saya atasi dengan selalu membuat timeline terhadap sebuah pekerjaan sehingga bisa selesai tepat waktu.

Pilih kelehaman Anda yang tidak menjadi kualifikasi pekerjaan yang Anda lamar. Kalau salah satu kualifikasi adalah ekselen dalam manajemen waktu, maka contoh di atas jangan digunakan.

Misalnya, di kualifikasi tidak disebutkan “mahir public speaking”, maka Anda bisa memakai ini sebagai kelemahan jika Anda merasa lemah di situ. Intinya, temukan kelemahan Anda yang tidak berkaitan erat dengan syarat diterima untuk mengisi lowongan yang dilamar.

Salah satu contoh jawaban yang menurut saya sudah terlalu banyak digunakan yaitu, “kelemahan terbesar saya adalah perfeksionis”. Jawaban ini sepertinya sudah sangat klise. Ada kemungkinan pewawancara akan meminta Anda menyebutkan kelemahan lain, karena sudah keseringan mendengar jawaban perfeksionis.

2. Bagaimana Anda menghadapi kritik?

Ini pertanyaan yang kadang membuat kita mengkerutkan kening untuk menjawabnya. Pada kenyataannya, ketika Anda dihadapkan dengan kritik, itu bisa berarti Anda memiliki kelemahan. Namun, menjawab dengan perkataan kalau Anda tidak pernah menerima kritik rasanya tidak benar.

Presiden saja, yang dipilih oleh sebagian besar warga negara, masih menerima banyak kritik setiap harinya. Ya kan…

Kritik bisa jadi konstruktif atau destruktif. Tergantung bagaimana Anda memandang dan menanggapinya. Inilah yang ingin dilihat oleh pewawancara dari Anda. Kuncinya, tunjukkan kalau Anda adalah orang yang terbuka terhadap kritik dan dapat menghadapinya dengan tenang dan rasional.

Contoh jawaban:

Saya adalah orang yang terbuka menerima kritik. Apalagi jika itu datangnya dari rekan kerja atau klien, karena itu berarti ada kesempatan untuk memperbaiki kualitas hasil pekerjaan saya.

3. Bagaimana Anda menangani konflik dengan rekan kerja?

Melalui pertanyaan ini, pewawancara ini melihat kemampuan Anda dalam manajemen konflik. Dalam suatu pekerjaan biasanya melibatkan banyak orang dengan berbagai latar belakang dan perilaku yang berbeda-beda. Berinteraksi dengan orang yang berbeda-beda besar kemungkinan akan timbul konflik. Kepiawaian Anda menangani konflik sangat penting artinya dalam menjaga berjalannya roda kerjasama tim.

Jangan menjawabnya dengan emosional, misalnya Anda akan mengajaknya duel di basement. Besar kemungkinan Anda akan gagal melewati wawancara kerja.

Jawablah dengan memberikan sebuah contoh konflik yang pernah Anda alami dengan rekan kerja. Mulai dengan menggambarkan situasinya, kemudian apa yang Anda lakukan untuk menanganinya, dan hasil bagaimana.

Saya beri contoh jawaban:

Saya pernah menjadi bagian dari sebuah tim yang mengerjakan proyek pengolahan data seismik untuk daerah yang cukup luas. Tenggat waktu kami cukup ketat. Sementara ada anggota tim yang sepertinya tidak memperhatikan timeline pekerjaan kami. Saya berusaha mengingatkan, namun kawan ini menanggapinya berbeda. Akhirnya, terjadi konflik di antara kami.

Project leader akhirnya mengumpulkan kami, berusaha memecahkan masalah. Saya minta maaf kepada  anggota tim tersebut, kiranya cara saya mengingatkan kurang tepat. Saya sekadar mengingatkan, tidak ada maksud menyudutkan. Hal itu saya lakukan demi kesuksesan pekerjaan yang sedang kita tangani. Ini bukan saja menyangkut reputasi kita, tapi juga perusahaan.

Teman itu akhirnya paham dan meminta maaf juga. Masalah selesai dan semua kembali bisa bekerja sesuai timeline yang telah dibuat.

4. Apa yang akan Anda lakukan jika tidak diterima bekerja di perusahaan ini?

Ini termasuk pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Bagaimanapun juga ketika mengikuti wawancara kerja, harapan terbesar kita adalah diterima bekerja.

Meski begitu, jangan sampai Anda terkesan memelas untuk diterima. Jawablah pertanyaan seperti ini dengan tetap tenang. Karena pertanyaan ini bertujuan untuk melihat bagaimana Anda menangani penolakan.

Contoh jawaban:

Ini adalah pekerjaan impian saya. Kalau sampai tidak diterima, saya tentu akan sangat kecewa. Karena saya merasa pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang saya miliki sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Meskipun demikian, saya akan terus berusaha untuk mencapainya. Saya yakin, satu pintu tertutup, masih banyak pintu lainnya yang bisa dicoba. Peluang masih terbuka.

Saya berharap bisa mendapatkan masukan yang membangun tentang keputusan tersebut, sehingga saya dapat menggunakannya dalam wawancara di masa mendatang.

Well.. tidak memelaskan ya… hehehe.

Itulah empat contoh pertanyaan yang mesti ekstra hati-hati untuk menjawabnya saat wawancara kerja.

Semoga sukses…

Related Post

Cara Mengatasi Gugup Saat Wawancara Kerja Gugup saat wawancara kerja (Photo by Andrea Piacquadio from Pexels) Gugup saat menghadapi wawancara kerja adalah sesuatu yang wajar. Ini mirip saa...
Contoh Jawaban Ceritakan Tentang Diri Anda Saat In... Contoh Jawaban Ceritakan Tentang Diri Anda Saat Interview. Gambar dari unsplash.com Pertanyaan "ceritakan tentang diri Anda" kerap diajukan pertam...
Contoh Jawaban Rencana 5 Tahun ke Depan Saat Wawan... Foto dari Pexels.com Kalau Anda pernah mengikuti proses wawancara kerja, mungkin pernah mendapati pertanyaan “Apa rencana 5 tahun ke ...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *