Select Page

Foto dari Unsplash.com

Mendapatkan panggilan wawancara kerja adalah hal yang menggembirakan. Apalagi jika belum mendapatkan pekerjaan dan sudah “rindu kesibukan”.

Makanya, kesempatan emas seperti ini tidak boleh dihadapi begitu saja dengan persiapan seadanya. Karena yang melamar posisi yang Anda inginkan bukan hanya Anda.

Berikut ini beberapa persiapan yang sebaiknya Anda lakukan agar ketika tiba saatnya wawancara, Anda sudah siap. Siap dengan segala amunisi yang bakal ditembakkan begitu mendapat pertanyaan. Tapi, bukan tembakan membabi buta ya… hehehe.

1. Gali lebih dalam tentang posisi yang Anda lamar

Pada saat menulis lamaran pekerjaan dan mengupdate CV, Anda tentu sudah melakukan riset terhadap posisi yang Anda lamar melalui iklan lamaran kerja. Ketika diundang untuk wawancara kerja, jangan lupa untuk menggali lebih dalam lagi terkait lowongan tersebut.

Informasi tambahan dapat Anda peroleh secara langsung melalui website perusahaan atau sumber lain yang mengetahui. Semakin banyak informasi yang Anda miliki, maka semakin baik Anda bisa menunjukkan bahwa Anda adalah kandidat yang tepat untuk posisi tersebut.

Salah satu pertanyaan yang mungkin saja muncul adalah:

Keterampilan apa yang Anda miliki sehingga cocok untuk mengisi lowongan tersebut?

Memahami dengan baik spesifikasi posisi yang ditawarkan, Anda akan dapat menghubungkannya dengan kompetensi yang Anda miliki. Bagaimana kompetensi Anda itu bisa memenuhi kebutuhan perusahaan. Misalnya,

“Tugas akhir saya tentang pengolahan data seismik. Saya juga melakukan kerja praktek di perusahaan jasa migas terkemuka di Jakarta. Selama kerja praktek, saya membantu melakukan pengolahan data seismik di salah satu lapangan milik perusahaan XYZ. Saya yakin keterampilan saya dalam olah data memenuhi kualifikasi yang ditetapkan perusahaan.”

Oh iya, karena saya lulusan Geofisika, maka contoh jawaban terhadap pertanyaan wawancara kerjanya terkait itu ya…

2. Pelajari perusahaan dimana Anda akan wawancara

Selain posisinya, Anda juga harus tahu tentang perusahaannya. Informasi ini biasanya dapat dibaca di website perusahaan. Apa visi dan misi perusahaan, siapa saja pemimpinnya, apa rencana ke depannya, apa saja bidang usahanya, dll.

Mengapa ini penting?

Karena dengan mengetahui secara mendalam perusahaan di mana Anda akan bekerja bisa memberi semangat lebih. Bisa membuat Anda lebih antusias menghadapi wawancara kerja.

Selain itu, ada juga pertanyaan-pertanyaan yang kerap muncul terkait hal ini. Misalnya,

– Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini?

– Atau, mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan ini?

Contoh pertanyaan yang kedua ini agak triki untuk menjawabnya. Anda tentu tidak ingin menjawab “karena saya sudah putus asa. Melamar sana-sini belum ada juga yang menerima”. Atau “karena gajinya lumayan, Pak”. Kedua jawaban itu kemungkinan akan membuat Anda tersingkir dari persaingan.

Kalau Anda sudah riset tentang perusahaan, maka Anda bisa mengaitkan sesuatu yang positif tentang perusahaan dengan motivasi Anda ingin bekerja di sana. Contoh jawaban terhadap pertanyaan di atas dapat Anda temukan di pelajaran berikutnya.

3. Jaga makan dan minum

Anda mesti menjaga makanan dan minuman yang dimasukkan dalam tubuh, paling tidak 24 jam sebelum waktu wawancara. Anda tentu tidak ingin diare di hari wawancara lantaran makan ikan bakar dengan sambal rica-rica mangga di malam harinya.

4. Baca dengan detail informasi wawancara kerja Anda

Sering terjadi seseorang datang terlambat ke tempat wawancara karena keliru dengan tempat atau waktunya. Oleh karena itu, penting untuk membaca dengan detail dan memahami di mana tempat dan waktu wawancara kerjanya akan dilaksanakan.

Kalau lokasinya di Jakarta atau kota besar lainnya, pastikan Anda memberi waktu yang cukup terhadap kemungkinan macet di jalan. Lebih baik Anda datang lebih awal daripada terlambat. Pastikan juga gedung yang Anda tuju sudah benar. Jangan sampai mau wawancara ke Bakrie Tower, tapi Anda menuju ke Wisma Bakrie.

5. Persiapkan segala sesuatu yang akan Anda bawa

Kalau diminta membawa sesuatu ke tempat wawancara kerja, misalnya surat panggilan dan CV, siapkan dengan baik. Kalau perlu buat checklist yang Anda periksa sebelum berangkat. Jangan sampai Anda melupakan sesuatu yang disyaratkan untuk dibawa.

6. Berlatih… berlatih… berlatih…

Ada pepatah yang mengatakan “lancar kaki karena diulang”. Kita akan menjadi terbiasa dengan sesuatu yang diulang-ulang. Hal ini juga berlaku pada wawancara kerja.

Berbicara dengan orang lain mungkin biasa kita lakukan. Tapi, kalau konteksnya berbeda, itu lain cerita. Tidak sedikit orang yang keringat dingin, gugup, dan terbata-bata ketika wawancara kerja. Itulah pentingnya latihan. Latihan menjawab pertanyaan yang mungkin diajukan bisa Anda lakukan sendiri sebelum menjawab pertanyaan yang sebenarnya.

Ada banyak kemungkinan pertanyaan yang bisa diajukan saat wawancara kerja. Di atas ada beberapa contoh saya tuliskan. Contoh-contoh lainnya dapat Anda baca di 50 Pertanyaan Wawancara Kerja.

Demikian ulasan tentang “persiapan wawancara kerja”. Semoga bermanfaat buat Anda…

Tulisan Lainnya:

Membuat Kesan Positif saat Wawancara Kerja dengan Komunikasi Nonverbal yang Elegan Gambar dari pexels.com Di tulisan kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara meninggalkan kesan positif di benak pewawancara melalui komun...
Menarik Perhatian Saat Wawancara Wawancara merupakan salah satu tahapan yang cukup penting dalam penerimaan karyawan. Pada tahap ini terjadi interaksi secara langsung antara pelamar d...
Contoh Pertanyaan Umum Wawancara Kerja untuk Freshgraduate Ada banyak kemungkinan pertanyaan yang dapat diajukan saat wawancara kerja. Tergantung dari posisi, pengalaman, bidang, dll. Kali ini saya akan men...