Kejadian ini memang telah terjadi beberapa tahun yang lalu. Namun, jejaknya masih membekas dalam ingatan. Betapa saya merasa gamang dan kurang percaya diri melangkahkan kaki melewati pintunya. Pintu sebuah ruangan yang tidak begitu besar, berisi orang-orang yang ingin mendengarkan saya presentasi.

Percaya diriBerbagai prasangka berkecamuk dalam pikiran. Jangan-jangan mereka datang untuk mempermalukan saya. Jangan-jangan pertanyaan mereka tidak bisa saya jawab. Jangan-jangan nanti saya tampil dengan buruk. Pikiran-pikiran itu serasa menyedot kekuatan saya, hingga berat rasanya kaki ini melangkah.

Kejadian serupa terulang lagi, ketika saya akan mengikuti tes tertulis di sebuah perusahaan jasa migas di Jakarta. Kerumunan orang-orang dengan pakaian necis, gaya bahasa yang berbeda, tiba-tiba menyedot habis rasa percaya diri saya. Bagaimana mungkin menyisihkan mereka yang katanya alumni universitas terkenal, memiliki fasilitas lengkap, dan jaringan alumni yang solid.

Minder sesaat tentu saja boleh asal tidak terus-terusan. Apa jadinya jika saya tidak berhasil memompa kembali semangat dan mengembalikan rasa percaya diri saya. Toh akhirnya saya bisa melakukan presentasi dengan baik dan juga berhasil diterima bekerja menyingkirkan ratusan pelamar lainnya.

Percaya diri memang penting, layaknya sinar matahari bagi tumbuhan hijau. Jangan pernah membiarkan orang lain atau suatu keadaan menurunkan rasa percaya diri Anda. Kalau semuanya kuliah di universitas yang sama, kasihan universitas lainnya kan. Karena ada audienslah sebuah presentasi bisa terjadi. Karena perbedaanlah kehidupan ini jadi lebih menarik.

Boleh jadi kita kurang dalam satu hal, namun lebih di hal lainnya. Janganlah kekurangan itu menjadi energi negatif yang mengikis rasa percaya diri kita. Fokuslah pada kelebihan Anda agar menjadi penopang percaya diri Anda. Yakinilah bahwasanya setiap kita adalah spesial sesuai dengan kemampuan dan kelebihan yang kita miliki.

You are special in your own way…

Tulisan Lainnya:

Konsisten Konsisten... mudah diucapkan namun kadang susah melakukannya. Konsisten bisa diartikan taat prinsip, taat pada program, atau taat pada tujuan yang tel...
Berlatih Menulis itu Seperti Berlatih Bicara Foto : Photokanok / freedigitalphotos.net Pernahkah terpikir bahwa kemampuan berbicara Anda saat ini tentu sangat berbeda ketika Anda berusia 5 ta...
Pentingnya Menetapkan Tujuan dalam Hidup Dulu, ketika awal kuliah, saya melakukannya persis seperti mahasiswa baru pada umumnya. Menjalani kuliah sebagaimana harusnya, bahasa kerennya "go wit...