Select Page

SMART goal setting. Gambar dari pixabay.com

Ada banyak cara untuk merumuskan tujuan secara efektif, salah satunya yang terkenal adalah konsep SMART. SMART goal adalah cara menuliskan target yang ingin dicapai secara Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time-based. Konsep ini pertama kali digunakan oleh George T. Doran pada tahun 1981.

Specific
Tujuan yang Anda tetapkan harus jelas dan spesifik. Jelas akan membantu menguraikan apa yang akan Anda lakukan, sedangkan spesifik akan membuat segala upaya Anda fokus pada target yang akan dicapai.

Ingin menurunkan berat badan itu kurang spesifik. Perjelas, Anda ingin mengurangi berapa kg. Bagaimana Anda akan mencapainya.

Measurable
Apa yang ingin Anda capai haruslah bisa diukur, misalnya seberapa kuat, seberapa sering, seberapa banyak, atau seberapa dalam. Hal ini akan membantu Anda tahu sudah mendekati target, mencapai target, atau menjauh dari target.

Kalau mau menurunkan berat badan, seberapa banyak yang ingin diturunkan. Targetnya berapa kg dan berat awalnya berapa kg. Jadi perkembangan Anda menuju target itu bisa diukur.

Achievable
Tujuan yang Anda tetapkan haruslah bisa dicapai. Dengan begitu Anda akan berkomitmen untuk mencapainya dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai Anda menetapkan tujuan yang tidak mungkin Anda capai.

Pastikan Anda memiliki sumber daya untuk berusaha mewujudkannya dan sumber daya tersebut ada dalam kontrol Anda. Baik itu sumber daya yang Anda miliki sendiri maupun yang bergantung pada orang lain.

Misalnya, Anda punya waktu untuk ke gym atau jogging setiap pagi. Punya waktu juga harus ada uang untuk jadi member gym. Kalau ingin memanfaatkan alat milik orang lain, Anda punya akses terhadap orang tersebut.

Realistic
Realistis atau masuk akal adalah hal lain yang harus dipenuhi oleh tujuan yang ingin Anda capai. Jangan membuat tujuan yang terlalu sulit sehingga tidak mungkin Anda capai atau membuat tujuan yang tidak sejalan dengan keinginan atau hasrat hati Anda.

Ingin singset semlohay dalam waktu sebulan. Padahal berat badan yang ingin dipangkas 30 kg. Ini tidak realistis.

Time-Based
Anda harus bisa menetapkan kapan tujuan tersebut harus dicapai. Apakah minggu depan, tahun depan, atau lima tahun lagi. Dengan adanya batasan waktu, Anda akan terpacu untuk segera memulai melakukan tindakan.

Contoh SMART goal

Contohnya kita pakai yang ingin menurunkan berat badan aja ya… hehehe.

Memiliki berat badan ideal 65 kg di bulan September 2021, dari berat awal 95 kg di bulan Desember 2019. Dengan cara menurunkan 0,3 kg per minggu.

Mari kita analisis target di atas.

Sudah spesifik ya, jelas banget apa yang ingin dicapai. Target bisa diukur. Menurunkan 0,3 kg per minggu atau 30 kg dalam 2 tahun ada sesuatu yang bisa dicapai dan masuk akal. Waktu pencapaian juga sudah ada.

Kesimpulannya sudah SMART.

Oh iyya, mungkin ada yang bertanya kenapa saya tidak menggunakan kata menurunkan berat badan?

Saat belajar bagaimana merumuskan tujuan dengan NLP, dikatakan bahwa tujuan harus dinyatakan dalam kalimat positif. Ini bertujuan agar lebih memotivasi.

Ini benar, mendengar kata menurunkan berat badan, yang terlintas dalam benak kita kadang-kadang kesusahan. Bagaimana susahnya menahan lapar, menjaga pola makan, beratnya olahraga, dll.

Berbeda saat saya menulisnya dengan memiliki berat badan ideal. Yang terlintas dalam benak saya itu bagaimana asyiknya kalau berat badan saya ideal. Bisa bergerak dengan ringan dan lincah. Dikira anggota boyband Korea sama anak-anak tetangga. Kalau yang terakhir ini kayaknya lebay… hihihi.

Kalau belum familiar dengan istilah NLP, Anda bisa membacanya di apa itu NLP?

So, apakah tujuan atau target yang ingin Anda capai sudah SMART?