Tulisan ini saya buat setelah membaca artikel di tabloid Genie dengan judul yang sama oleh Gabriel. Tulisannya sih sudah lama, sekitar tahun 2008, tapi ini tidak lekang oleh waktu. Disiplin bagi saya gampang-gampang susah, karena kadang sudah diniatkan dengan amat sangat untuk melakukan sesuatu ternyata kenyataannya masih berbeda. Padahal menurut banyak tulisan, disiplin merupakan salah satu ciri orang sukses.

Salah satu contoh konkrit adalah kegagalan saya dalam beberapa tahun ini menurunkan berat badan. Bukan tidak tahu caranya, melainkan tidak disiplin.

Disiplin diri adalah kemampuan mengambil tindakan tanpa kontaminasi emosi. Dalam disiplin diri ada lima elemen penting. Kelima elemen ini lalu disebut dengan five pillars of self-discipline.

Pilar pertama adalah acceptance. Inilah pilar pertama disiplin diri. Anda mesti bisa menerima apapun yang terjadi pada saat ini dengan tepat dan penuh kesadaran. Kesalahan dan kegagalan terbesar orang adalah ketidakmampuan mereka menerima situasi yang sedang terjadi. Kalau anda mau sukses, berhentilah memukul diri, berhentilah memperkarakan kesalahan sendiri. Sadari dan terima kenyataan diri yang ada.

Pilar kedua adalah willpower. Willpower adalah kemampuan mengambil keputusan dan menegaskan tindakan. Kalau anda punya kemampuan ini,  berarti anda tak punya rasa takut dan kebimbangan. Ada kehendak yang kuat untuk bertindak, maju, menentukan langkah. Sederhananya, willpower itu sebuah konsentrasi kekuatan, pemusatan energi untuk menghadapi sesuatu.

Pilar ketiga adalah hard work. Oprah Winfrey pernah bilang “the big secret in life is that there is no big secret. Whatever your goal, you can get there if you’re willing to work“. Jadi, rahasianya hanya satu, kerja keras. Anda akan bahagia akan hasil kerja keras anda.

Pilar keempat adalah industry. Pilar ini berdekatan dengan pilar sebelumnya, bahkan saling bergandengan. Bekerja keras saja belum cukup. Yang anda perlukan sebenarnya adalah melihat dan memperlakukan apapun sesuai dengan waktunya, porsinya, tempatnya, dan kepentingannya.

Pilar kelima adalah persistence. Elemen ini salah satu elemen penting. Ketekunan menjadi penting karena berbicara tentang nilai di masa yang akan datang. Kalau anda tidak ingin gagal di hari esok, anda harus tekun.

Nah itulah lima pilar membangun dan mempertahankan disiplin diri. Pengalaman saya, gagal pertama di ketekunan. Kadang bisa disiplin dengan baik menjaga pola makan hanya seminggu pertama, setelah itu amburadul lagi. Yang kedua adalah kerja keras yang tidak tepat waktunya. Contoh, saya kadang berusaha keras tidak makan siang, namun gagal di malam hari karena kelaparan. Padahal, kata ahli diet, jangan sekali-kali melewatkan waktu makan. Karena akibatnya bisa balas dendam.

Terakhir adalah penerimaan diri yang keliru. Ya, mungkin saya harus menerima diri saya apa adanya, dengan fisik yang gemuk. Padahal, itu tidak baik untuk kesehatan. Penerimaan diri hendaknya dilakukan agar merasa nyaman dengan diri sendiri untuk kemudian melakukan hal-hal untuk perbaikan.

Semoga tulisan ini bisa membantu dalam membangun dan mempertahankan disiplin dalam diri masing-masing, terlebih kepada diri saya sendiri. 🙂

Tulisan Lainnya:

Percaya Diri Kejadian ini memang telah terjadi beberapa tahun yang lalu. Namun, jejaknya masih membekas dalam ingatan. Betapa saya merasa gamang dan kurang percaya...
5 Kebiasaan Pagi Yang Bisa Membuat Karir Lebih Cemerlang Apa yang biasa Anda lakukan di pagi hari? Bangun terlambat? Terus mandi terburu-buru, tidak sempat sarapan, dan berangkat ke kantor? Saya juga k...
Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya Judul di atas saya ambil dari salah satu bagian buku "Free Writing" karya Hernowo Hasim, mengutip perkataan Sayyidina Ali beberapa abad silam. Di a...