Gambar dari pexels.com

Di tulisan kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara meninggalkan kesan positif di benak pewawancara melalui komunikasi nonverbal yang elegan.

Sebelum kita lanjut lebih jauh, saya ingin mengulas dulu apa yang dimaksud dengan komunikasi nonverbal dan apa saja yang akan saya bahas terkait wawancara kerja.

Wikipedia.com menulis komunikasi nonverbal adalah komunikasi melalui pengiriman dan penerimaan informasi tanpa melalui kata-kata. Ini termasuk melalui bahasa tubuh, kontak mata, suara, dan ekspresi wajah.

Dalam tulisan ini, saya akan membahas bagaimana menggunakan bahasa tubuh (postur dan gestur tangan), kontak mata, dan suara selama wawancara kerja.

Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa komunikasi nonverbal ini penting juga untuk diperhatikan saat wawancara kerja?

Apakah kata-kata yang diucapkan saat menjawab pertanyaan tidak cukup?

Ketika wawancara kerja secara bertatap muka, maka pewawancara akan menyerap informasi bukan hanya melalui indra pendengaran, tapi juga melalui apa yang mereka lihat.

Apa yang tidak Anda ucapkan tapi tunjukkan melalui bahasa tubuh, kontak mata, atau suara bisa memperkuat yang Anda sampaikan atau justru melemahkannya.

Bagaimana seharusnya Anda memanfaatkan komunikasi nonverbal ini?

Berikut akan saya ulas sebagai sumber inspirasi. Jangan menggunakannya secara kaku, seperti sedang mengikuti aturan-aturan. Karena itu akan nampak seperti robot, tidak dinamis. Padahal, percakapan itu kan seharusnya dinamis.

Terapkan prinsip-prinsipnya dengan tetap menjadi diri Anda sendiri. Latih terus sehingga akan menjadi otomatis dan mengalir.

Bahasa tubuh

Allan dan Barbara Peace dalam “The Defenitive Book of Body Language” menyatakan bahwa bahasa tubuh adalah bagaimana Anda terlihat mengatakannya.

Dari bahasa tubuh yang Anda tampilkan, pewawancara akan dapat menangkap kesan yang sebenarnya Anda rasakan. Apakah Anda sedang gugup, bosan, senang, takut, atau penuh semangat.

Duduklah tegak dan senyaman mungkin yang Anda rasakan. Posisikan tangan Anda secara rileks di samping. Keduanya bisa diletakkan di sandaran tangan atau salah satunya di sandaran tangan dan yang lainnya di atas paha.

Hindari bersedekap atau menyilangkan tangan di depan karena ini menunjukkan posisi tertutup atau defensif. Bersikaplah terbuka sepanjang proses wawancara.

Ahli bahasa tubuh TV Robert Phipps, dari Trisha Goddard Show Fame, menyarankan untuk tidak berada dalam satu posisi duduk ketika wawancara. Mengubah-ubah posisi duduk dapat membantu mengurangi rasa gugup. Namun, lakukan secara halus dan tidak sering-sering, karena justru Anda akan kelihatan gelisah.

Saya biasanya mengubah posisi duduk dengan halus ketika akan menjawab pertanyaan baru. Itu memberi saya waktu sejenak untuk mencerna pertanyaan dengan baik.

Bagaimana dengan gerakan tangan selama bicara?

Silakan melakukan gestur tangan selama wawancara. Gerakan tangan bisa menguatkan informasi yang Anda sampaikan. Lakukan secara alami, jangan dibuat-buat. Nanti malah kelihatan kaku atau berlebihan. Lakukan saja seperti saat Anda bicara sehari-hari ketika ngobrol dengan kawan.

Kontak mata

Kontak mata penting untuk dijaga selama proses wawancara. Kontak mata bisa mengindikasikan bahwa Anda memperhatikan dengan baik dan menunjukkan ketertarikan Anda. Menghindari kontak mata saat menjawab pertanyaan bisa memberikan kesan Anda tidak jujur dengan perkataan Anda.

Tapi, jangan melakukan kontak mata terlalu lama tanpa berkedip dengan pewawancara. Karena bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman dan terkesan agresif. Bedakan kontak mata dengan menatap.

Lakukan sewajarnya saja. Sama seperti ketika berbincang-bincang dengan seorang teman.

Suara

Pastikan volume suara Anda cukup besar untuk bisa didengar dengan jelas oleh pewawancara. Kadang kalau sedang gugup, suara tidak dapat keluar dengan maksimal. Itulah pentingnya mengatasi rasa gugup saat wawancara.

Anda bisa mengatur tinggi rendah nada suara untuk memberi penekanan terhadap jawaban Anda. Jangan bicara dengan nada datar, seolah-olah Anda tidak tertarik dengan apa yang Anda bicarakan.

Memadukan semuanya

Nah… yang penting sekarang adalah bagaimana memadukan bahasa tubuh, kontak mata, dan suara dengan elegan saat wawancara kerja agar meninggalkan kesan positif. Perlu latihan terus-menerus agar semuanya mengalir dan berjalan secara otomatis.

Jadilah diri Anda sendiri agar penampilan Anda otentik. Apa yang saya tulis di atas jangan dijadikan aturan yang memberi batasan. Sebaliknya, jadikan sebagai sumber inspirasi karena pada dasarnya berbicara itu adalah seni.

Demikianlah ulasan tentang komunikasi nonverbal saat wawancara kerja. Mudah-mudahan Anda mendapatkan manfaat yang maksimal dan semoga sukses menggapai pekerjaan impian Anda.

Tulisan Lainnya:

3 Pertanyaan Wawancara Kerja Yang Perlu Diwaspadai Oleh Fresh Graduates Foto dari stockunlimited.com Wawancara kerja boleh jadi merupakan momok tersendiri bagi yang baru lulus atau fresh graduates. Bagaimana tidak, pad...
Cara Menjawab Pertanyaan yang Umum Diajukan Saat Wawancara Kerja Gambar dari pexels.com Di tulisan kali ini saya akan mengulas tentang beberapa pertanyaan yang umum diajukan saat wawancara kerja dan contoh jawab...
Contoh Pertanyaan Umum Wawancara Kerja untuk Freshgraduate Ada banyak kemungkinan pertanyaan yang dapat diajukan saat wawancara kerja. Tergantung dari posisi, pengalaman, bidang, dll. Kali ini saya akan men...