Hari masih pagi, rasanya masih betah di tempat tidur. Namun, keributan di ruang depan memaksa saya untuk beranjak. Rupanya, anak saya sedang ribut ingin nonton kartun favoritnya. Channel televisinya cuma ada TVRI, kata istri saya. Saya ambil remote, benar kata istri saya. Wah, berarti siarannya diblokir gara-gara telat bayar. Kemarin siang waktu di kantor sebenarnya ingat, tapi saya tunda dan akhirnya lupa.

Saya ambil jaket dan bergegas menuju ATM depan komplek untuk bayar. Ah, jaringannya sedang offline, mana ATM lain jauh pula. Tapi, daripada anak saya menangis sepanjang hari. Begitulah, sepagi itu sudah sibuk kesana kemari untuk urusan yang sebenarnya tidak perlu terjadi jika kemarin saya tidak tunda.

Berapa banyak energi yang keluar pagi itu gara-gara kebiasaan menunda. Pengalaman seperti ini sebenarnya sering terjadi, tapi masih saja terulang kembali.

Menunda bisa menjadi penghambat untuk maju. Dibutuhkan waktu dan tenaga lebih untuk menyelesaikan sesuatu yang ditunda-tunda. Jadi, bisa saja berhasil tapi waktu dan tenaganya lebih banyak dibanding yang lain.

Saya masih ingat ketika kuliah dulu ada istilah “SKS alias sistem kebut semalam” ketika menghadapi ujian. Jadi, malam sebelum ujian baru belajar semalaman. Esoknya malah jadi ngantuk dan tidak satupun pelajaran yang diingat. Istilah ini timbul pada dasarnya karena kebiasaan menunda. Menunda membaca, menunda belajar hingga saat-saat terakhir. Padahal, jika mau menyisihkan sebagian waktu bersenang-senang untuk belajar setiap malam tentu hasilnya akan lebih baik.

Dalam bekerja pun hal ini masih sering terjadi. Menunda-nunda menyelesaikan pekerjaan hingga mendekati deadline. Akibatnya, di saat-saat akhir sampai harus lembur dan nginap di kantor hanya untuk menyelesaikan pekerjaan. Padahal, dengan waktu kerja 8 jam sehari pekerjaan tersebut bisa diselesaikan.

Apa yang sering Anda tunda-tunda dalam kehidupan sehari-hari?

Tulisan Lainnya:

Cara Efektif Mengatasi Kebiasaan Menunda Melakukan Sesuatu Gambar dari Pexels.com Pernahkah Anda menunda melakukan sesuatu, padahal tahu hal tersebut harus dilaksanakan? Sudah dijadwalkan, tiba saatnya ...