business-competionSemua orang ingin maju, ingin selalu ada peningkatan. Baik itu dalam karir, ekonomi, maupun kualitas pribadi. Namun, pernahkah Anda merasa ogah-ogahan atau malas dalam melakukan sesuatu dalam pekerjaan atau aktivitas keseharian? Jika pernah, apa kira-kira penyebabnya?

Salah satu jawabannya mungkin adalah karena dalam melakukannya Anda tidak punya saingan atau kompetitor. Banyak perusahan yang menjadi besar karena hadirnya kompetitor. Begitupun sebaliknya, banyak perusahaan yang bangkrut karena tidak berhasil menghadapi persaingan.

Siapa yang tidak mengenal Apple dengan segala gadget produksinya. Tulisan ini pun saya tulis menggunakan salah satu perangkat buatannya. Ketatnya persaingan membuat mereka harus selalu menghasilkan produk yang berkualitas dan digandrungi pasar. Demikian halnya dengan Samsung, yang bisa mencuat dan mengalahkan perusahaan yang dulu perkasa semisal Blackberry dan Nokia.

Atlet-atlet kelas dunia pun demikian. Seorang Messi takkan lahir jika tidak ada kompetitornya. Susi Susanti takkan pernah menjadi juara dunia jika tidak ada pesaingnya. Dengan adanya pesaing itulah mereka dipaksa untuk terus berlatih meningkatkan keterampilan mereka.

Hal seperti di atas juga berlaku dalam keseharian kita. Jika ingin maju di pekerjaan, temukan pesaing. Analisis mereka dan temukan cara untuk selalu lebih maju darinya. Jika Anda seorang wirausaha yang ingin usahanya maju, temukan kompetitor yang usahanya sudah jauh lebih maju. Kemudian analisis, temukan cara untuk lebih berhasil darinya. Mungkin akan butuh waktu karena pada dasarnya kompetitor kita juga tidak begitu saja sampai pada posisinya saat ini.

Contoh kongkrit, ketika saya mendirikan MasterPresentasi.com, saya mencari hingga tiga kompetitor web serupa. Saya mempelajari ketiganya dan mengikuti perkembangannya dari waktu ke waktu. Persaingan itu membuat saya lebih bersemangat untuk mengembangkan web saya dan terus berusaha untuk lebih baik dari mereka.

Bagaimana dengan Anda?