Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), minder sama artinya dengan rendah diri. Perasaan ini kadang menjadi batu sandungan untuk melakukan sesuatu, maju, ataupun berhasil. Oleh karena itu, perlu untuk mengetahui cara mengatasi minder.

Saya ini termasuk orang yang berbadan montok dan menggemaskan. Saking montoknya, hingga sekarang ini saya terus berusaha untuk menurunkannya. Bukan apa-apa, melainkan demi kesehatan :). Kondisi semacam ini kadang-kadang membuat minder untuk bergaul secara bebas. Malu jalan-jalan ke mall, malu ketemu orang, dll.

Contoh kasus lain, dulu, ketika mulai menginjakkan kaki di Pulau Jawa. Melihat fasilitas kampus yang luar biasa lengkap dibanding di kampung, membuat rontok rasa percaya diri. Bergaul dengan mahasiswanya kadang membuat minder. Mereka punya fasilitas yang lengkap dan canggih, akses ke perusahaan-perusahaan begitu luas, dll.

Kalau perasaan minder terus dipelihara, yang terjadi malah kita akan semakin tertinggal. Makanya, jangan mau kalah dengan minder. Ini ada beberapa tips yang biasa saya gunakan ketika minder menyerang.

  • Fokus pada kelebihan diri sendiri. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Agar tidak minder, fokuslah pada kelebihan yang dimiliki. Ketika saya berhadapan dengan mahasiswa dari kampus dengan fasilitas lengkap, saya fokus pada semangat juang saya untuk maju. Kekompakan teman-teman saya untuk berusaha lebih baik.
    Banyangkan saja, mereka tidak perlu keluar kampus untuk menggunakan semua fasilitas penunjang perkuliahan. Sedangkan saya dan teman-teman mesti mengarungi samudera sehari-semalam untuk menikmati hal yang sama.
  • Muncullah dengan penampilan terbaik. Dulu, ketika masih kuliah, saya kadang-kadang digelari MCK alias mahasiswa celana kain. Bukan karena tidak suka celana jins, tapi susah menemukan jins ukuran saya… hehehe. Karena bentuk tubuh tidak teratur, pakaian saya mesti teratur. Pakai celanan kain dan baju kemeja adalah andalan saya dan itu berhasil. Saya jadi percaya diri untuk tampil karenanya.

Demikianlah dua tips dari saya cara mengatasi minder. Tentu kasusnya beda-beda untuk masing-masing orang. Kalau punya cara sendiri untuk mengatasi minder, silakan dibagi ya… 🙂