Cara Membuka Presentasi yang Baik dan Menarik Perhatian Audiens

Cara membuka presentasi
Cara membuka presentasi (Photo by ICSA from Pexels)

Pembukaan yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri dan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan presentasi selanjutnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukannya sesempurna mungkin.

Audiens akan menilai apakah presentasi Anda bermanfaat buat mereka dan juga kredibilitas Anda sebagai presenter dalam beberapa menit pembukaan. Dalam waktu singkat tersebut, Anda harus dapat meyakinkan mereka untuk terus mendengarkan hingga akhir presentasi.

Manfaatkan pembukaan presentasi untuk menarik perhatian audiens. Bagaimana cara membuka presentasi yang baik dan menarik perhatian audiens? Berikut ulasannya.

4 langkah membuka presentasi Anda dengan menarik

1. Mulai dengan sesuatu yang menarik perhatian (attention grabber)

Anda mungkin kerap menjumpai atau mungkin melakukan sendiri, pembukaan presentasi seperti ini:

Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu. Saya Sangkala, Marketing PT. XYZ. Di kesempatan kali ini, saya akan mempresentasikan kepada Bapak/Ibu software terbaru dari perusahaan kami. Dst…

Tidak ada yang salah dengan pembukaan di atas, hanya terlalu umum dan tidak menarik. Audiens sudah bisa menebak alurnya. Akibatnya, mereka bisa saja mengalihkan perhatian dari Anda ke WA, facebook, instagram, dll.

Alih-alih membuka dengan sesuatu yang biasa-biasa saja, Anda bisa memulainya dengan yang membetot perhatian. Bahasa kerennya attention grabber, sesuatu yang menarik perhatian.

Kriteria pemanfaatan attention grabber yang baik dalam presentasi, adalah:

  • Tidak terduga/terpikirkan oleh audiens.
  • Menimbulkan rasa penasaran dalam benak audiens.
  • Relevan dengan topik presentasi.

Apa contohnya? Akan saya ulas di bagian lain dalam tulisan ini.

2. Sebutkan tujuan presentasi dan manfaat buat audiens

Langkah berikutnya adalah menyebutkan tujuan presentasi. Tujuan ini akan menjawab pertanyaan dasar audiens, apa manfaat presentasi ini buat saya. Apa yang akan saya ketahui, mampu lakukan, atau dapatkan setelah mengikuti presentasi ini.

Jika di awal presentasi Anda tidak menjelaskan manfaat buat audiens, kemungkinan besar sulit untuk mendapatkan perhatian mereka.

3. Sampaikan agenda presentasi

Berikutnya, sampaikan agenda presentasi. Apa saja yang akan Anda bahas untuk mencapai tujuan presentasi dan berapa lama Anda akan melakukannya.

Saya pernah mengikuti sebuah presentasi yang presenternya langsung tancap gas setelah perkenalan. Sepanjang presentasi saya jadi bertanya-tanya, ini akan membahas apa saja dan berapa lama. Malah, di tengah presentasi beberapa audiens nampak sudah tidak sabar dengan sering melihat jam.

Dengan menyampaikan agenda presentasi, pikiran audiens tidak akan terganggu lagi. Mereka akan fokus untuk mendengarkan Anda dan menerima manfaat yang Anda sampaikan.

4. Baru memperkenalkan diri

Bagi Anda, nama Anda mungkin penting. Tapi, bagi audiens, manfaat buat mereka jauh lebih penting… Hehehe.

Gunakan kesempatan perkenalan diri untuk menunjukkan kredibilitas Anda. Bahwa Anda memang orang yang tepat untuk menyampaikan tujuan dan manfaat yang sudah Anda sebutkan sebelumnya.

5 Contoh attention grabber sebagai pembuka presentasi

Berikut ini 5 contoh yang bisa Anda gunakan sebagai penarik perhatian di awal presentasi. Anda bisa memilih salah satu berdasarkan presentasi, situasi, atau audiens Anda. Setelah melakukan salah satu contoh di bawah, Anda kemudian lanjut ke langkah 2 – 4.

1. Gunakan pernyataan atau kutipan

Teknik ini banyak digunakan dan cukup ampuh untuk menarik perhatian. Tinggal mencari hasil penelitian atau publikasi yang berhubungan dengan topik presentasi. Agar lebih menarik carilah yang mencengangkan, tidak terduga, atau fantastis.

Misal, Anda akan presentasi yang berisi ajakan untuk berhenti merokok. Carilah hasil riset tentang rokok yang bisa digunakan sebagai pernyataan dalam kalimat pembuka presentasi

”Tahukah Anda, di Indonesia, 46 orang meninggal setiap jamnya akibat rokok!”

Contoh pernyataan di atas pasti akan sangat menarik perhatian. Audiens akan terpancing rasa ingin tahunya akan kebenaran pernyataan tersebut. Setelah itu Anda tentu harus dapat menjelaskan dari mana data tersebut, jangan asal menarik perhatian.

Dan ingat, pernyataan atau kutipan yang disampaikan saat pembukaan haruslah relevan dengan isi presentasi kita.

2. Berikan pertanyaan

Memberikan pertanyaan yang tepat tidak hanya akan menarik perhatian, tapi juga mengarahkan fokus audiens pada topik yang akan dibahas. Memberi pertanyaan akan membuat audiens terlibat secara langsung dalam presentasi.

Jika audiensnya sedikit, Anda bisa langsung menanyakan satu per satu jawabannya. Kalau banyak bisa dilakukan dengan meminta mereka mengangkat tangan misalnya.

Berikut contoh kalimat pembuka presentasi yang bisa digunakan untuk bertanya ke audiens. Misalnya, Anda presentasi mengenai public speaking.

”Siapa lebih rela lari keliling lapangan daripada bicara di depan orang banyak? Ayo angkat tangan.”

Selain menarik perhatian, Anda juga dapat melihat seberapa banyak pendengar Anda yang masih takut berbicara di depan orang banyak.

3. Bercerita

Jika mahir dalam bercerita, Anda bisa juga menceritakan sebuah kisah yang relevan dengan topik presentasi dan tidak panjang untuk menarik perhatian audiens. Anda harus yakin tidak membuat audiens justru merasa bosan dan mengalihkan perhatian mereka akibat cerita yang Anda sampaikan.

Pastikan kisahnya menarik, relevan dengan topik, dan Anda cocok menceritakannya. Ide ceritanya bisa dari mana saja, baik itu pengalaman pribadi atau orang lain.

4. Gunakan humor

Cara ini juga dapat mencairkan suasana. Namun perlu diingat, jangan berlebihan. Anda mungkin berhasil mencairkan suasana tapi gagal membawa perhatian audiens pada topik yang akan Anda presentasikan.

Selain itu, juga harus dipastikan humor Anda tidak pasaran karena efeknya akan berbeda jika humor tersebut sudah pernah didengar audiens sebelumnya. Bukan hanya efek ke audiens, tapi juga ke Anda sebagai presenter. Bayangkan perasaan Anda, ketika berusaha melucu tapi tidak satupun yang tertawa.

5. Demonstrasi

Saya pernah menyaksikan presentasi tentang menajemen waktu yang menggunakan demo untuk mengawali presentasinya. Begitu masuk, presenternya membawa wadah tembus pandang, batu beragam ukuran, pasir, dan seember air.

Melihat itu, audiens langsung penasaran. Ada apa ini? Buat apa semua benda-benda itu?

Presenterpun melakukan demonstrasi dan kesimpulannya itu berhubungan dengan topik presentasinya, yaitu manajemen waktu.

Bagaimana demonstrasinya? Cari sendiri ajalah ya di Youtube… Hehehe.

Demikianlah cara membuka presentasi yang baik dan menarik perhatian audiens. Semoga bermanfaat…

Related Post

3 Pertanyaan Dasar untuk Analisis Audiens Presenta... Pertanyaan analisis audiens presentasi (Photo by fauxels from Pexels) Mengapa analisis audiens perlu dilakukan sebelum presentasi? ...
Cara Membuat Tujuan Presentasi dengan SMART Tujuan presentasi (Image by StockSnap from Pixabay) Presentasi dilakukan atas dasar sebuah tujuan. Anda tidak sekadar berdiri dan mengoceh, demiki...
Cara Membuat PPT yang Menarik dengan Mudah dan Cep... Cara membuat PPT yang menarik (Image by StartupStockPhotos from Pixabay) Apakah Anda sering menampilkan slide PowerPoint (PPT) saat presentasi? ...

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *