Bermain Bersama Keluarga di Dago Dream Park, Bandung

Sekitar jam 10 pagi, kami sudah meninggalkan hotel. Tujuan kami adalah Dago Dream Park yang letaknya tak jauh dari hotel tempat kami menginap. Kalau jalan lancar sih estimasinya sekitar 9 menit. Tapi, karena sudah agak siang dan lagi masa liburan, estimasinya menjadi sekitar setengah jam.

Dan benar saja, kami tiba di Dago Dream Park setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam. Keluar dari hotel di Jalan Juanda jalanan mulai tersendat. Kemacetan bermuara pada pertigaan menuju Lembang/Maribaya dimana Dago Dream Park berada. Tepatnya tempat wisata ini terletak di Jl.Dago Giri KM 2.2 Mekarwangi, Lembang, Bandung Barat.

Harga tiket masuknya saat itu Rp 40.000,- per orang ditambah Rp 10.000,- untuk mobil. Karena kami berempat, maka total yang kami bayar untuk masuk Rp 170.000,-.

Tempat parkirnya bertingkat karena berada di tanjakan. Setelah parkir, kami pun berjalan menuju area bermain.

Sebenarnya, ada bus keliling yang di sebut bus wara-wiri. Sekali naik bayar Rp 10.000,- per orang. Tapi, kami ingin sekalian peregangan otot jadi jalan saja.

Tujuan pertama kami adalah ATV yang menjadi kesukaan Kaka dan adiknya. Setelah berjalan beberapa saat, sampailah kami di tujuan yang ternyata untuk ATV dewasa. Untuk anak-anak masih harus ke belakang lagi. Bedanya adalah jalur yang dewasa ini lebih ekstrim.

Selesai main ATV, kami pun melanjutkan perjalanan mencari permainan lainnya. Area yang naik turun membuatnya semakin menantang. Tak jarang saya harus berhenti sejenak untuk menarik napas dalam-dalam baru kemudian lanjut.

Pilihan kami pun jatuh pada main perahu dayung. Satu perahu kami isi berdua, jadinya kami perlu dua perahu. Istri saya dan Kaka satu perahu, sedangkan saya dan Dede satu perahu.

Naik perahu dayung ini rupanya bukan perkara yang mudah. Beberapa saat di awal kami hanya berputar-putar di tempat. Dayungnya tidak kompak. Akhirnya, kami memutuskan untuk menghitung agar mengayuh dayungnya bersamaan. Barulah perahunya bisa melaju ke depan.

Naik perahu dayung ini diberi waktu 20 menit. Tapi, mendayung rupanya cukup menguras tenaga. Setelah 15 menit saya memutuskan merapat ke darat. Tenaga sudah hampir habis dan baju sudah basah oleh keringat. Istri saya dan Kaka malah bisa melebihi waktu, karena sepertinya lebih lama berputar-putar saja perahunya.

Setelah itu, kami memutuskan ke area depan. Rencana awalnya mau flying fox, tapi karena turunnya ke belakang lagi, kami memutuskan ke tempat foto saja.

Mau jalan tapi betis sudah tidak bersahabat. Untungnya di dekat area perahu dayung ada terminal bus wara-wiri. Seorangnya bayar Rp 10.000,- Kami pun menuju area foto menggunakan bus.

Di area foto ini ada beragam pilihan skema. Tapi, kami memilih dua aja.

Kelar foto-foto, kami pun bersiap-siap pulang. Dalam perjalanan menuju tempat parkir, saya menukarkan tiket masuk dengan suvenir. 4 tiket dapat air mineral 2 dan 1 gantungan kunci. Kami juga mendapatkan bonus tumbler dan totebag.

Sekitar jam 2 siang kami sudah mengarah tol untuk kembali ke Tangsel…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top