Apa itu NLP atau Neuro Linguistic Programming?

Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang NLP dan tertarik untuk mengetahui lebih dalam lagi tentangnya. Terbukti, Anda bisa menemukan tulisan ini… hehehe.

Apa itu NLP?

NLP adalah singkatan dari neuro linguistic programming.

Neuro – mengacu pada proses berpikir. Cara Anda menggunakan panca indra untuk memahami apa yang terjadi di sekitar Anda.

Linguistik – mengacu pada bahasa. Cara Anda menggunakan bahasa untuk memaknai secara pribadi informasi yang Anda terima dari dunia luar.

Programming – mengacu pada perilaku atau tindakan. Cara Anda mengatur tindakan sebagai hasil dari kedua proses mental sebelumnya.

Selain definisi berdasarkan kata penyusun ini, juga berkembang beragam pengertian NLP dari beberapa tokoh berdasarkan sudut pandang mereka, bagaimana mereka memanfaatkan NLP.

Richard Bandler, co-founder dari NLP, dalam salah satu videonya menyebutkan apa itu NLP sebagai studi terhadap pola pikir yang menghasilkan perilaku sukses. Model bagaimana seseorang berpikir dan berperilaku yang membuahkan kesuksesan.

Sebagai sebuah model dari seseorang yang sudah sukses, model ini dapat digunakan oleh orang lain yang juga ingin mencapai kesuksesan yang sama.

Sedangkan Steve Andreas, penulis buku “NLP : The New Technology of Achievement”, mengatakan bahwa NLP merupakan studi tentang kesempurnaan manusia. Cara untuk lebih sering menunjukkan aksi terbaik Anda. NLP adalah teknologi baru pencetak prestasi.

Secara sederhana, dapat kita katakan bahwa:

NLP adalah sebuah teknik untuk mengkodekan bagaimana manusia mengorganisasikan pikiran, perasaan, bahasa, dan perilaku mereka agar memberikan hasil sesuai keinginannya.

Sejarah Singkat NLP

NLP dimulai di awal tahun 70an oleh dua orang, yaitu Richard Bandler dan John Grinder.

Richard Bandler adalah praktisi Matematika dan Komputer yang memiliki minat besar terhadap psikologi. Sedangkan John Grinder adalah seorang professor linguistik. Sepertinya, dari latar belakang mereka berdualah sehingga dipilih nama Neuro Linguistic Programming.

Kedua orang ini sangat tertarik dengan dunia human excellent. Mereka memulai NLP dengan mempelajari tiga orang ahli terapi yaitu Fritz Perl, Virginia Satir, dan Milton H. Erickson.

Bandler dan Grinder berhasil memodel bagaimana ketiga orang tersebut mempengaruhi orang, menghasilkan kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang mencapai prestasi luar biasa, dan menciptakan perubahan.

Hasil pemodelan itu menjadi landasan Neuro Linguistic Programming (NLP).

Bagaimana NLP Bekerja dalam Kehidupan?

Pada dasarnya, NLP merupakan keterampilan komunikasi secara internal dan eksternal. Bagaimana berinteraksi dengan pikiran dan perasaan kita sendiri dan bagaimana membangun komunikasi yang selaras dengan orang lain.

Memahami bagaimana sebuah respon terbentuk akan sangat membantu dalam membuat perilaku sesuai yang kita inginkan atau mengubah sesuatu yang tidak kita inginkan.

Respon kita terhadap sesuatu adalah output dari informasi atau stimulan yang kita terima dari sekitar melalui panca indera yang telah difilter lebih dahulu dalam pikiran kita. Setiap informasi yang masuk akan dikodekan oleh otak kita, kemudian memicu memori untuk menghasilkan suatu perilaku. Ini terjadi sangat cepat sehingga kadang kita tidak menyadarinya.

Dengan memahami ini dengan baik, kita dapat menggunakannya untuk mengubah makna sesuatu, seperti meredakan ketakutan, fobia, meningkatkan motivasi, hingga mengatasi keyakinan yang menghambat keberhasilan.

Pernah tidak Anda sedang berhenti di lampu merah, kemudian saat akan jalan, tiba-tiba ada motor yang memotong di depan Anda? Respon Anda apa?

Sebagian orang akan marah. Memencet klakson sambil teriak, “kira-kira dong!!!”.

Sebagian lagi biasa-biasa saja. Tetap jalan dengan damai.

Dengan mengubah makna suatu input dari sekitar, respon kita juga akan berubah. Tidak lagi justru merugikan kita. Seperti respon yang merusak mood, dll.

Asumsi Dasar atau Presuposisi NLP

NLP memiliki asumsi-asumsi dasar yang menjadi landasan dalam berperilaku agar manusia dapat mencapai ekselensinya.

Presuposisi NLP ada banyak. Saat saya ikut training, diperkenalkan sekitar 13 presuposisi. Kemudian ketika saya berselancar di Mbah Google, saya menemukan banyak lainnya. Ada yang menulis 16, ada juga yang 19 presuposisi.

Dalam tulisan ini, saya akan mengenalkan satu presuposisi NLP, yaitu:

Kehidupan, pikiran, dan tubuh merupakan satu sistem.

Karena satu sistem, maka kita bisa mengubah keadaan salah satunya dengan mengubah yang lainnya yang berada dalam kontrol kita.

Bagaimana ini maksudnya?

Saya kasih contoh aja ya… Misalnya, Anda ingin bisa tampil percaya diri ketika bicara di depan umum. Tapi, sering gugup ketika akan melakukannya, padahal Anda sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan matang. Ini perasaan wajar saja sih sebenarnya, hampir semua orang mengalami gugup ketika akan tampil di depan publik. Saya pun mengalaminya.

Yang gawat itu kalau Anda tidak berhasil mengatasi gugup tersebut. Kemudian Anda tampil gemetaran dan berkeringat dingan. Wah bisa gawat kalau seperti itu.

Kembali pada presuposisi ini, bahwa kehidupan, pikiran, dan tubuh merupakan satu sistem.

Apa yang terjadi saat kita gugup? Kita bernapas jadi dangkal dan pendek, keringat dingin, mulut terasa kering. Saat ini terjadi, kita bicara jadi tergagap, terbata-bata, dan tidak efektif.

Itulah sebabnya perasaan gugup harus bisa diatasi. Bagaimana mengatasinya?

Gugup itu kan perasaan. Sesuatu yang tidak bisa kita kontrol secara langsung. Apa yang bisa kita kontrol? Ya tubuh kita. Bagaimana cara kita bernafas, cara kita bergerak. Cobalah bernafas panjang dan dalam, ulang selama beberapa menit. Kemudian posisikan tubuh Anda secara rileks seakan-akan semuanya baik-baik saja.

Visualisasikan bagaimana Anda sudah menyiapkan bahannya dengan baik, Anda sudah latihan hingga lancar. Bertingkahlah seakan-akan Anda tidak gugup. Dengan Anda mengubah tubuh Anda, pikiran Anda lambat laun akan menyesuaikan. Perasaan gugup akan banyak teratasi.

Pilar NLP

NLP memiliki elemen-elemen penting untuk mencapai komunikasi yang efektif, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain yang dikenal dengan 4 pilar NLP.

Keempat pilar tersebut adalah:

  1. Outcome – berpikir dan bertindak berdasarkan hasil yang ingin dicapai
  2. Sensory Acuity – menggunakan indera secara keseluruhan untuk memahami setiap informasi dan respon yang diterima
  3. Behavioral Flexibility – berperilaku fleksibel dalam upaya mewujudkan outcome
  4. Rapport – membangun kedekatan dengan tujuan yang ingin dicapai

Sistem Representasi

Kita merekam informasi dari dunia luar menggunakan panca indera dan kemudian mengubahnya menjadi dunia internal. Bagaimana pikiran kita membentuk dunia internal ini disebut sebagai sistem representasi yang juga menggunakan panca indera.

Perilaku dan perasaan kita terhadap sesuatu atau seseorang dipengaruhi oleh dan ditentukan oleh bagaimana penggambaran sesuatu atau seseorang itu dalam pikiran kita. Jadi, saat kita bisa mengubah citra sesuatu atau seseorang itu dalam pikiran kita, maka perilaku kita terhadapnya akan berubah juga.

Demikianlah gambaran singkat mengenai apa itu NLP. Semoga bermanfaat.

Salam sukses bermanfaat…

Referensi:

  • Materi training NLP Practitioner – NeoNLP
  • NLP : The New Technology of Achievement – Steve Andreas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top