Apa Itu Audit Internal?

Saya bergabung dengan Audit Internal di akhir tahun 2019 setelah sebelumnya bekerja sebagai Geophysicist sekitar 15 tahun. Dua pekerjaan yang berbeda dengan tujuan akhir yang sama, yaitu membuat dapur tetap ngebul… Hehehe.

Kedua pekerjaan ini pada dasarnya sama-sama mencari anomali. Saat menjadi Geophysicist, saya kerap mencari anomali terhadap data seismik untuk menemukan dimana kira-kira hidrokarbon terakumulasi. Sedangkan di Audit Internal, saya memeriksa adanya anomali terhadap pelaksanaan tata kelola, manajemen risiko, dan kontrol internal, untuk menemukan peluang peningkatan.

Apa itu Audit Internal?

Di awal bergabung dengan Audit Internal, pengetahuan saya tentang divisi ini terbatas pada pengawas internal perusahaan. Kerjanya memeriksa pelaksanaan pekerjaan divisi lain dan mengawasi penggunaan uang perusahaan.

Salah satu divisi yang tidak begitu disenangi oleh divisi lain menurut saya. Karena sering dianggap menyusahkan, sok mengerti segala hal, dan menambah pekerjaan.

Apakah memang seperti itu adanya? Mari kita lihat dulu apa itu audit internal yang sebenarnya.

Definisi berikut ini saya ambil dari Kerangka Kerja Praktik Profesional Internasional (The International Professional Practices Framework – IPPF) 2017 yang diterbitkan oleh The Institute of Internal Auditors (IIA). Saya masih pakai ini walaupun proses penggantian IPPF sedang berjalan, pemberlakuan yang baru nampaknya di akhir tahun 2023 atau mungkin 2024.

Audit internal adalah aktivitas asurans dan konsultansi yang independen dan objektif, yang dirancang untuk memberi nilai tambah dan meningkatkan operasi organisasi. Audit internal membantu organisasi mencapai tujuannya melalui pendekatan yang sistematis dan teratur dalam mengevaluasi dan meningkatkan keefektifan proses manajemen risiko, pengendalian dan tata kelola.

Dari pengertian di atas, ada beberapa hal yang ingin saya ulas.

Asurans dan Konsultansi

Bisa kita lihat bahwa audit internal memiliki dua aktivitas, yaitu asurans dan konsultansi. Asurans biasanya untuk memberikan jaminan kepada pemangku kepentingan bahwa operasi organisasi berfungsi secara efektif, efisien, dan sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan. Aktivitas asurans melibatkan perolehan bukti, pelaksanaan evaluasi, dan penerbitan laporan berdasarkan kriteria yang ditetapkan.

Sedangkan aktivitas konsultansi dalam audit internal melibatkan pemberian saran, panduan, dan rekomendasi untuk meningkatkan proses, sistem, dan operasi dalam suatu organisasi. Tujuannya adalah untuk membantu manajemen dalam mencapai tujuan mereka, meningkatkan kinerja, dan mengatasi tantangan atau peluang tertentu. Keterlibatan konsultasi fokus pada analisis praktik saat ini, mengidentifikasi area untuk perbaikan, dan menawarkan wawasan, strategi, dan solusi praktis.

Independen dan Obyektif

Audit Internal dalam menjalankan aktivitasnya haruslah independen dan obyektif. Independen artinya aktivitas auditor internal dilakukan secara tidak memihak. Karena dalam prakteknya kadang auditor internal menemui situasi yang dapat membuatnya jadi tidak independen, misalnya ada arahan atau batasan dari manajemen atas. Obyektif artinya kemampuan untuk membuat penilaian dan keputusan berdasarkan fakta audit. Bukan didasarkan pada perasaan suka atau tidak suka.

Itulah sebabnya auditor internal rotasi dari divisi lain tidak boleh langsung melakukan audit terhadap divisi tempatnya bekerja sebelumnya. Karena akan mempengaruhi independensi dan obyektivitasnya. Setelah setahun barulah bisa melakukan audit di tempat sebelumnya ia bekerja. Bisa dibayangkan independensi dan obyektivitasnya jika langsung melakukan audit terhadap teman kerja sebelumnya atau bahkan atasan sebelumnya.

Memberi nilai tambah dan meningkatkan operasi organisasi

Aktivitas audit internal harus dapat memberi nilai tambah dan meningkatkan operasi organisasi. Jadi, ada value added yang dihasilkan dari aktivitas audit internal. Baik itu berupa efektivitas, efisiensi, dan kepatuhan organisasi terhadap kebijakan, prosedur, peraturan, dan standar yang berlaku, dll.

Tujuan Audit Internal

Tujuan dari audit internal adalah membantu organisasi mencapai tujuannya melalui pendekatan yang sistematis dan teratur dalam mengevaluasi dan meningkatkan keefektifan proses manajemen risiko, pengendalian dan tata kelola. Jadi tidak untuk sok mengerti segala hal apalagi menambah pekerjaan orang lain.

Mungkin inilah yang kurang dipahami sebagian orang atau divisi yang diaudit. Dan menjadi tugas auditor untuk memberikan pemahaman di awal, agar hal seperti itu tidak berlanjut.

Auditor internal hendaknya tidak menempatkan dirinya sebagai pemeriksa apalagi investigator (kecuali memang penugasannya adalah audit investigasi). Auditor internal sebaiknya menempatkan diri sebagai mitra dalam menemukan peluang perbaikan demi mencapai tujuan perusahaan. Jika tujuan perusahaan tercapai tentu akan memberi dampak yang baik bagi semua. Paling tidak bonus cairlah… Hehehe… Semoga.

Demikianlah sekelumit mengenai apa itu Audit Internal. Semoga membawa manfaat buat saya dan Anda.

Salam sukses bermanfaat…

*) Referensi:

2 thoughts on “Apa Itu Audit Internal?”

  1. Pingback: Tugas Audit Internal dalam Perusahaan - Kirman Syam

  2. Pingback: 5C Dalam Merumuskan Temuan Audit - Kirman Syam

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top