28-30 Juli 2017 adalah hari yang luar biasa. Saya berkesempatan ikut training bagaimana menjadi trainer dan menjalankan bisnis training. Training ini dipandu oleh trainer Ongky Hojanto, Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan.

Hadir pula di hari kedua trainer Juanda Rovelim yang berbagi tentang digital marketing dan trainer Roby Oktober yang berbagi tentang sequencing dan showmanship. Beliau berdua adalah alumni training yang sama dan kini sudah malang melintang berbagi di dunia training.

Kedahsyatan tiga hari training itu disempurnakan dengan hadirnya 17 kawan-kawan dengan energi yang sama. Ada yang datang jauh-jauh dari Makassar, Semarang, Yogyakarta, Jakarta, dan Tangerang.

trainerpreneur

Foto bersama dengan pose cherry picking (Pengarah gaya adalah Sis Susy)

Meski sama-sama bercita-cita menjadi trainer dan menjalankan bisnis training, yang terjadi justru semangat berkolaborasi. Karena di era disruptif seperti sekarang ini kerja sama adalah pilihan tepat untuk berkarya.

Selama tiga hari training kami dibekali ilmu agar menjadi trainer yang kompeten dan dapat menghasilkan. Rahasianya adalah 6 S, yaitu Self Mastery, Subject Mastery, Sequencing, Showmanship, Salesmanship, dan Setup.

  1. Self Mastery

Kalau ingin melakukan training tentu harus ada topiknya. Apa yang ingin Anda sampaikan kepada peserta. Potensi apa yang Anda miliki yang bisa dibagi kepada orang lain.

Untuk menemukan potensi ini, Anda bisa menggunakan 5P sebagai acuan yaitu pengetahuan yang Anda miliki, pengalaman, pasar, passion, dan posibilitas.

  1. Subject Mastery

Setelah mengetahui topik Anda, saatnya menjadi master dari topik tersebut. Seperti yang saya lakukan dengan mengikuti workshop trainerpreneur. Saya ingin meningkatkan kemampuan saya dalam melaksanakan training.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk menjadi master di topik yang dipilih adalah mendapatkan lisensi dari yang terbaik, belajar langsung ke ahlinya, dan jangan lupa terus latihan.

  1. Sequencing

Untuk bisa menarik dan dipahami dengan mudah oleh peserta, Anda harus bisa menyusun materi training Anda dengan runut dan baik.

Dalam workshop trainerpreneur ini diajarkan bagaimana menyusun materi presentasi mulai dari pembukaan, isi, dan penutup. Ada berbagai metode yang dipelajari yang bisa Anda baca di buku Pak Ongky yang berjudul “Trainerpreneur”. Atau kalau ingin yang lebih dalam silakan ikut workshopnya.

  1. Showmanship

Isi materi yang menarik akan menjadi hambar jika Anda tidak bisa membawakannya dengan baik. Ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian serius ketika berdiri di depan audiens, yaitu kontak mata, posisi tangan, kaki, dan suara.

  1. Salesmanship

Topik Anda bagus tapi kalau tidak bisa menjualnya maka akan sia-sia. Di sinilah dibutuhkan kemampuan untuk menjual sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Dalam workshop ini diajarkan cara mengemas diri kita agar layak dijual dan menggunakan berbagai sarana untuk promosi dan menjual.

  1. Setup

Agar training berjalan sukses, Anda harus bisa menangani operasional dan keuangannya dengan baik.

Demikianlah laporan pandangan mata ketika saya mengikuti workshop trainerpreneur. Jika Anda tertarik ingin tahu lebih dalam, silakan beli buku Pak Ongky Hojanto yang berjudul “Trainerpreneur” atau ikuti workshopnya.

trainerpreneur