Saya sedang asyik menikmati sebutir tape ketan hitam di rumah Om ketika beliau tiba-tiba bertanya.

“Man, nanti setelah lulus mau ngapain?”

Tape ketan hitam (sumber foto: http://kaltara.prokal.co/read/news/9237-tape-ketan-hitam.html)

Mendapat pertanyaan yang tiba-tiba seperti itu membuat saya gelagapan. Nikmatnya tape tidak bisa membuat saya tersadar dengan cepat untuk berpikir mencari jawaban yang tepat.

Ibarat kiper yang tiba-tiba mendapat serangan. Tau-tau Ronaldo sudah di depan gawang dan melepaskan tendangan lengkungnya yang fenomenal.

Setelah sempat terdiam sejenak, saya pun menjawab sekenanya.

“Belum tau, Om. Ini baru mau cari topik skripsi.”

Ya, setelah empat tahun kuliah saya baru mau cari topik skripsi. Sementara sebagian kawan seangkatan sedang sibuk mengurus wisuda.

Bagaimana dengan Anda?

Kalau Anda masih mahasiswa, sudah tahun ke berapakah Anda kuliah sekarang?

Apa sudah memiliki rencana setelah lulus kuliah nanti?

Anda ingin bekerja sebagai apa setelah lulus kuliah?

Mungkin ada yang beranggapan kalau hal ini tidak perlu dipusingkan. Nanti juga akan ketemu. Atau, nanti sajalah setelah wisuda baru dipikirkan, yang penting sekarang adalah menyelesaikan kuliah.

Dari pengalaman saya, semakin cepat Anda merencanakan akan jadi apa nanti setelah lulus kuliah, semakin baik. Paling telat memasuki tahun ketiga kuliah, Anda sudah memikirkannya. Lebih cepat lebih bae’.

Kenapa lebih cepat lebih baik?

Karena tidak semua orang beruntung bisa dengan mudah menemukan jawaban mau jadi apa nanti setelah kuliah. Jangankan membuat rencana 5 tahun setelah lulus kuliah, mau ngapain setelah kuliah saja belum ada bayangan.

Saya kuliah di program studi Geofisika. Sampai Om saya bertanya, saya tidak pernah ambil pusing mau ngapain nanti setelah wisuda.

Setelah peristiwa tape itu, saya mengambil banyak waktu untuk mencari jawaban. Walaupun ini hanya alasan saja karena lulusnya kelamaan… hehehe. Saya lulus setelah enam tahun kuliah alias 12 semester. Kalau ditambah semester pendek yang saya ambil, total jadi 16 semesterlah.

Hampir dua tahun saya gunakan untuk mencari jawaban “nanti setelah lulus kuliah mau ngapain?”. Saya tidak ingin ketika pintu keluar kampus terbuka lebar, tapi saya tidak punya tujuan sebagai tempat berlabuh berikutnya.

Itulah mengapa semakin cepat pencariannya semakin baik, karena kemungkinan menemukan jawaban semakin cepat. Jadi, masa kuliah juga tidak perlu terlalu lama. Syukur-syukur bisa kuliah empat tahun dan sudah punya tujuan yang jelas setelahnya.

Dulu, saya senang dengan bahasa pemrograman. Saya pernah belajar c++, Matlab, dan visual basic. Itulah sebabnya di awal saya ingin mengambil ini sebagai topik skripsi. Nanti tinggal di arahkan ke aplikasi Geofisikanya. Buntu di tengah jalan.

Saya kemudian berpindah, tapi masih berhubungan dengan pemrograman yaitu PLC atau programmable logic control. Saya sempat sekali nongkrong seharian di bagian PLC pabrik semen Tonasa, sekitar dua jam perjalanan dengan angkot dari kampus. Berkat bantuan dosen saya yang mengenalkan dengan pegawai di sana.

Beberapa hari mempelajari PLC, akhirnya saya memutuskan mencari yang lain.

Kembali lagi ke kampus dan mencoba yang lain, yaitu seismic unix. Ini adalah program open source yang bisa digunakan untuk pengolahan data seismik. Saya menyenangi ini, tapi banyak juga kendalanya terkait teknis hingga akhirnya mandek juga.

Pencarian saya terus berlanjut, hingga diadakan sebuah one day course di kampus tentang eksplorasi migas oleh sebuah perusahaan jasa. Berkat bantuan seorang dosen saya dan pemateri yang datang, saya dan beberapa kawan diterima di perusahaan tersebut untuk melaksanakan penelitian selama tiga bulan.

Inilah saya sekarang… Seorang Geophysicist, yang bekerja menginterpretasi data seismik untuk menemukan potensi terakumulasinya minyak atau gas di bawah permukaan bumi.

Jadi, saran saya kepada Anda yang memasuki tahun ketiga kuliah atau belum lulus, buatlah rencana setelah lulus kuliah nanti mau ngapain.

Jangan keluar dari masa-masa kuliah tanpa peta dan amunisi.

Saat pencarian mau jadi apa, saya menemukan peta. Saya jadi tahu rute yang akan saya tempuh nanti setelah lulus. Jalan mana yang akan saya lewati dan apa yang saya tuju.

Ketika saya mengerjakan tugas akhir atau penelitian selama tiga bulan di perusahan jasa migas, saya mengumpulkan banyak amunisi. Yang kelak akan saya tembakkan ketika lulus kuliah.

setelah lulus kuliah mau ngapain

Foto dari pexels.com

Lantas, apa yang bisa Anda lakukan?

1. Coba renungkan kemudian catat mau jadi apa Anda?

Kuliah di Geofisika kemudian ingin menjadi geophysicist belumlah cukup. Karena itu terlalu luas. Buat lebih spesifik, misalnya ingin jadi seismic processor, seismic interpreter, petrophysicist, dosen, mining geophysicist, seismologist, atau lainnya.

Ini kalau Anda mahasiswa Geofisika. Kalau Geologi, Perminyakan, Hukum, atau Psikologi bagaimana?

Ya, tentukanlah sesuai dengan jurusan Anda. Anda tentu lebih tahu pekerjaan yang spesifik terkait bidang ilmu yang Anda tekuni.

2. Dekati keinginan Anda itu

Bagaimana caranya?

Mulailah perdalam mata kuliah yang berhubungan. Ambil kerja praktek di perusahaan terkait keinginan Anda itu. Lanjutkan dengan tugas akhir dengan topik tersebut. Dengan begitu Anda punya banyak amunisi untuk ditembakkan nantinya.

Saya beritahu pengalaman saya, sebagian besar teman-teman yang kini bekerja di perusahaan minyak adalah teman yang dulunya kenal semasa mahasiswa. Ada yang kenal saat tugas akhir di perusahaan migas, ada juga yang kenal saat ikut training atau workshop terkait industri migas.

3. Jangan berhenti ketika menemui jalan buntu

Kalau pencarian Anda menemui jalan buntu jangan lantas berhenti di situ. Mungkin ada jalan memutar atau ada persimpangan yang terlewatkan.

Saya dulu banyak menemui jalan buntu. Tidak ada progress karena kendala teknis dan saya merasa tidak cocok dengan itu. Saya coba yang lain lagi dan akhirnya menemukan yang cocok.

Saya tergolong mahasiswa yang tidak langsung menemukan jawaban mau jadi apa. Karena saya pernah mau jadi programmer, kemudian controller, kembali ke seismic processor, hingga kemudian benar-benar mendapatkan jalan ke pilihan seismic processor. Dari situlah kemudian berkembang menjadi seismic interpreter.

4. Berdoa dan berserah diri kepada Allah

Berdoalah, minta pertolongan Allah sembari berusaha. Setelah segenap daya upaya dikerahkan, bertawakkallah kepadaNya. Karena tugas kita hanya berusaha. Hasil akhir adalah ketentuan Allah. Yang jelas kita berupaya yang terbaik.

Demikianlah… Mudah-mudahan Anda tidak gelagapan jika suatu saat nanti mendapatkan pertanyaan “setelah lulus kuliah mau ngapain?”. Entah itu dari om, tante, tetangga, apalagi dari calon mertua. Bisa jatuh nilai jual Anda jika sampai gelagapan… hehehe.