Kawan saya pernah bertanya, “Apa perbedaan antara motivator dengan trainer?”

Saat itu saya baru saja mengikuti workshop Trainerpreneur yang diselenggarakan oleh Motivator Academy bersama Pak Ongky Hojanto.

Rupanya, kawan saya ini membaca status di facebook kalau saya baru saja mengikuti acara tersebut. Makanya, ketika kami jumpa, ia memanggil saya sebagai motivator.

Saya katakan kepada kawan ini, kalau saya adalah trainer bukan motivator.

“Emang ada bedanya antara motivator dengan trainer?” tanyanya.

“Beda.” Kata saya.

perbedaan antara motivator dengan trainer

Menurut saya, motivator adalah seseorang yang memberi Anda motivasi atau inspirasi sehingga Anda tergerak untuk melakukan sesuatu. Sedangkan trainer adalah seseorang yang melakukan transfer keterampilan sehingga Anda bisa melakukan sesuatu.

Misalnya saya mengklaim diri sebagai trainer presentasi, PowerPoint, dan public speaking.

“Tapi kan bisa juga disebut sebagai motivator.” Potong teman saya.

Benar. Tapi nanti ada yang protes.

Masa motivator tidak bisa memberi motivasi kepada diri sendiri untuk bisa menurunkan berat badan… hehehe. Maklumlah, di facebook banyak sekali status yang berseliweran tentang keinginan saya untuk menurunkan berat badan. Selama 7 tahun belakangan ini saya berusaha untuk bisa langsing, singset, dan semlohay.

Bukannya tidak berhasil turun, tapi masih sedikit. Belum mencapai keinginan hingga ke berat ideal.

Makanya, saya tidak ingin disebut sebagai motivator. Lagipula, saya kan melakukan transfer keterampilan. Saya melaksanakan training presentasi, bagaimana melakukan presentasi yang efektif dan memikat. Juga training slide presentasi, cara menggunakan PowerPoint untuk membuat slide presentasi yang menarik.

Jadi, saya merasa lebih cocok disebut sebagai trainer.