Membaca judulnya, mungkin ada pembaca yang mengira kalau tulisan ini adalah postingan yang disponsori… hehehe.

Sebelum lanjut membaca, saya ingin menegaskan bahwa ini bukanlah postingan pesanan atau review berbayar. Ini murni hanya ingin berbagi pengalaman naik angkutan massal di Jakarta menggunakan kartu Flazz BCA kepada sesama komuter (komunitas Om-Om yang suka muter). Meskipun demikian, saya tentu tidak menolak jika di kemudian hari BCA ingin memberi sesuatu terkait tulisan ini :).

Dari awal diluncurkannya kartu multrip (KMT) KRL, saya termasuk yang langsung membeli. KMT ini sangat praktislah bagi yang sehari-harinya naik KRL. Tidak perlu antri setiap hari membeli karcis dan membuat dompet jadi lebih meriah oleh kartu.

kartu multi trip krl

KMT

KMT bukan hanya untuk membayar KRL, tapi juga bisa buat parkir. Dulu, ketika parkir di stasiun masih 3 ribu, saya selalu parkir di stasiun. Tapi, sejak naik 6 ribu, saya memilih parkir di luar. Selain lebih murah, juga adem. Beda halnya parkir di stasiun yang jika panas kepanasan dan hujan kebasahan. Kasian motornya. Harusnya sih dengan harga parkir segitu, pihak stasiun bisa menambahkan atap di area parkir.

Nah, untuk sampai ke kantor, dari stasiun Sudirman saya punya empat pilihan transportasi menuju Kuningan. Ada ojek, taksi, Kopaja, dan TransJakarta. Jika lagi buru-buru, saya pilih ojek. Jika ingin santai, saya pilih taksi. Kalau ingin olahraga pagi, saya pilih Kopaja karena ini mesti jalan dulu ke arah Rasuna Said. Dan kalau mau hemat, ya saya naik TransJakarta.

Beberapa bulan lalu, TransJakarta koridor 6 akhirnya memberlakukan juga tiket elektronik. Mau tak mau harus beli kartu, karena kartu KMT KRL yang saya miliki tidak bisa dipakai di TJ. Pilihan jatuh pada kartu Flazz BCA. Saat mau beli di Halte TJ sih sempat ditawari beberapa kartu, tapi dengan alasan tertentu akhirnya saya ambil Flazz BCA.

Flazz BCA

Flazz BCA (foto dari detik.com)

Selama beberapa bulan saya menggunakan dua kartu, KMT untuk KRL dan Flazz BCA untuk TransJakarta. Hingga akhirnya terasa ribet harus isi ulang dua kartu setiap minggu. Maklumlah, uang transportasi dijatah per minggu, jadi harus isi setiap minggu… xixixi

Saya pun kepikiran untuk menggunakan satu kartu saja untuk keduanya. Kartu yang bisa dipakai di KRL dan TJ ya Flazz BCA punya saya. Awalnya saya kira perlu aktivasi dulu di loket untuk menggunakan Flazz di KRL. Ternyata, tidak perlu. Cukup tempel di mesin cek saldo sebelum digunakan untuk tap in dan itupun cukup sekali saja. Setelah itu lancar jaya…

cek saldo KRL

Tempat aktivasi dan cek saldo (foto diambil dari blog.mukhodim.com)

Untuk isi ulangnya tidak perlu pusing karena di stasiun bisa dilakukan, begitu juga di ATM tentunya. Kalau mau tunai, bisa isi ulang di halte TransJakarta saja. Saya sih biasanya isi ulang secara tunai di halte TransJakarta.

So, naik KRL lanjut TransJakarta benar-benar bebas ribet dah… 🙂