kesalahan saat membuat surat lamaran kerja

Foto dari stockunlimited.com

Surat lamaran kerja adalah perwakilan Anda kepada perusahaan ketika melamar pekerjaan bersama dengan CV atau resume. Karena itu, penting untuk membuatnya sebaik dan semenarik mungkin agar peluang Anda dipanggil untuk tahapan seleksi jadi lebih besar.

Meski penting, ternyata kerap dijumpai kesalahan-kesalahan yang tidak disadari ketika membuat surat lamaran kerja.

Apa saja kesalahan-kesalahan itu?

Berikut ini saya rangkumkan 7 kesalahan yang sering dilakukan tanpa sengaja ketika membuat surat lamaran kerja.

1. Terlalu panjang

Saya paham kalau Anda ingin memikat HRD melalui surat lamaran Anda. Tapi, lakukan dengan singkat. Jangan membuat surat lamaran kerja lebih dari satu halaman. Lagi pula, informasi yang detail kan sudah ada di CV.

Buatlah satu halaman saja yang terdiri dari 3 – 5 paragraf.

2. Memasukkan terlalu banyak informasi

Masing-masing lowongan biasanya memiliki syarat tertentu. Jadi, informasi yang tidak relevan dengan persyaratan lowongan pekerjaan tidak perlu dimasukkan.

Kadang-kadang pelamar ingin menunjukkan kalau dirinya memiliki banyak pengalaman kerja. Padahal, tidak semua ada hubungannya dengan posisi yang sedang dilamar.

Pilih pengalaman, kursus, atau prestasi yang relevan saja untuk menunjukkan kepada HRD mengapa Anda merupakan kandidat yang sesuai untuk mengisi lowongan yang ada.

3. Fokus pada diri sendiri

Iklan lowongan pekerjaan berarti perusahaan mencari kandidat yang sesuai untuk mengisi posisi yang sedang kosong. Berusahalah menulis surat lamaran kerja yang bisa memenuhi kebutuhan itu.

Jangan menulis surat lamaran yang fokus menceritakan diri Anda, tanpa bisa menghubungkan segala sesuatu yang Anda ceritakan itu dengan kebutuhan perusahaan.

4. Mengulang isi CV

Kadang terjadi seorang pelamar berusaha memasukkan seluruh isi CV-nya ke dalam surat lamaran kerja. Padahal, surat lamaran tidak perlu sedetail itu.

Tulis saja poin utama yang bisa jadi pertimbangan HRD kalau Anda merupakan kandidat yang cocok untuk mengisi lowongan yang ada.

5. Tidak memberikan contoh konkrit

Contoh yang tidak kongkrit, saya memiliki pengalaman di bidang jurnalistik.

Contoh yang kongkrit, Saya memiliki beberapa pengalaman di bidang jurnalistik. Semasa kuliah, saya aktif di surat kabar kampus yang bernama “Identitas”. Sebagai reporter, saya pernah mewawancarai beberapa tokoh kampus, pemerintahan, dan politikus sebagai bahan tulisan saya. Saya juga pernah mengikuti program magang di sebuah media lokal di Makassar selama 3 bulan dan mendapatkan banyak pengalaman tentang dunia jurnalistik.

Contoh lengkapnya bisa Anda baca di >> contoh surat lamaran kerja.

6. Salah orang

Biasakan riset tentang perusahaan dan teliti iklan lowongan sebelum menulis surat lamaran kerja. Jangan sampai Anda menulis “Dear Sir”, padahal manager HRD-nya “Madam”.

Kalau Anda tidak yakin terkait gender, tulis saja salam pembuka yang sifatnya umum. Misal, “Dear HR Manager”.

7. Tidak diteliti ulang sebelum dikirim

Biasakan untuk baca ulang sebelum surat lamaran kerja dikirim. Cek lagi tanggalnya, tujuan suratnya, salam pembukanya, nama perusahaannya, posisi yang dilamar, dan typo-nya.

Pastikan semuanya sudah sesuai dan tidak ada lagi salah ketik sebelum dikirim.

Demikian 7 kesalahan yang sering dilakukan saat membuat surat lamaran kerja. Mudah-mudahan membantu Anda agar tidak melakukan hal yang sama di kemudian hari. Sukses buat Anda.